Vitamin dan Suplemen
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Sejak pandemi Covid-19 berlangsung beberapa jenis suplemen dan vitamin mulai langka di pasaran lantaran kerap diborong oleh banyak orang.

Tak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli beragam jenis suplemen dan vitamin dalam jumlah besar sebagai persediaan di rumah.

Sepertinya ada anggapan kalau suplemen diduga mampu menangkal virus corona.Tak hanya dikonsumsi orang dewasa, para orangtua juga memberikan suplemen bagi buah hatinya.

BACA JUGA: Hadapi Corona dengan Kuliner Mantul untuk Imunitas Tubuh

Benarkah Suplemen Ampuh Menangkal Virus Corona alias COVID-19?

Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi suplemen dapat menurunkan kemungkinan seseorang untuk tertular Covid-19.

Dan belum ada bukti pula yang menunjukkan bahwa konsumsi suplemen dapat meminimalisasi tingkat keparahan Covid-19 pada seseorang yang terinfeksi.

Beberapa ahli lebih melihat fenomena tingginya penjualan suplemen saat ini sebagai bentuk keputusasaan orang-orang untuk meningkatkan sistem imun mereka.

Menurut ahli, orang-orang tersebut hanya ingin meringankan tingkat kecemasan yang mereka rasakan terhadap situasi saat ini.

Sayangnya, beberapa perusahaan dan penjual produk kesehatan justru memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan.

Hal ini bisa dilihat, ketika beragam produk yang membanjiri media sosial dengan klaim dapat mencegah atau menyembuhkan Covid-19.

Produk-produk ini tak hanya terbatas pada suplemen, tetapi juga air garam, krim, hingga pasta gigi.

“Apa yang tidak kita butuhkan dalam situasi saat ini adalah perusahaan memangsa konsumen dengan cara mempromosikan produk mereka disertai dengan klaim pencegahan dan pengobatan yang menipu,ungkap Ketua Federal Trade Commission Joseph Simons.

BACA JUGA: Mandi Air Dingin Baik untuk Imunitas Tubuh

Waspada Zinc dan Vitamin D

Beberapa penelitian acak terhadap Zinc menunjukkan bahwa Zinc dapat menurukan risiko seeorang untuk terkena salesma dan berpotensi untuk memperpendek durasi sakit hingga 20 persen.

Namun, mengonsumsi Zinc dalam kadar yang tinggi misalnya, dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat tembaga dan meningkatkaan risiko anemia.

Beberapa percobaan juga menunjukkan bahwa vitamin D dalam dosis sedang dapat menurunkan risiko selesma dan flu.

Tapi perlu diingat. Vitamin D juga tak bisa dimetabilisme dengan efektif tanpa kadar magnesium yang cukup di dalam tubuh. Vitamin D dalam dosis tinggi juga bisa menjadi racun bagi tubuh.

BACA JUGA: Stay Safe! Jauhi Kuliner Manis di Masa Pandemi COVID-19 

Kepopuleran suplemen vitamin C sebagai penambah daya tahan tubuh bermula dari tulisan pemenang nobel Linus Pauling, pada 1970-an.

Lewat tulisannya, suplemen vitamin C disebut ampuh mencegah flu sampai penyakit parah seperti jantung.

Akan tetapi, puluhan studi termasuk yang terbaru pada 2013 menyebut, konsumsi 200 miligram vitamin C saat pilek dapat mengurangi waktu sakit selama satu hari pada orang dewasa dan anak-anak.

Demikian juga dengan konsumsi suplemen vitamin C untuk mencegah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

“Dampak konsumsi suplemen vitamin C untuk menangkal virus corona pasti sangat kecil,” ujar Dr. William Schaffner, profesor penyakit menular dari Vanderbilt University Medical Center,

Pernyataan senada disampaikan ahli nutrisi dari Boston Medical Center AS, Dr. Caroline Apovian.

“Kita tidak bisa menangkal Virus Corona hanya dengan minum vitamin C dosis tinggi atau makan jeruk sebanyak-banyaknya,” kata dia. (Sbg/Rig)

Comments