Imunitas tubuh sangat dibutuhkan di era new normal
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Kebijakan new normal memungkinkan masyarakat mulai masuk kantor dan sekolah.Pusat perbelanjaan dan mall mulai dibuka dengan menetapkan protokol kesehatan.

Namun demikian, jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan.

Tak hanya di indonesia, kebijakan new normal di sejumlah negara berubah jadi mimpi buruk karena dilakukan sebelum virus corona bisa dikendalikan.

BACA JUGA: Ramai-ramai Bawa Bekal Makanan di Era New Normal

Iran

Negara iran melakukan Pelonggaran pembatasan sosial di Iran sejak 11 April 2020 lalu di kala pertumbuhan kasus harian corona masih berada di kisaran 1.000 kasus baru per hari.

.Sayangnya, keputusan prematur tersebut malah membuat jumlah kasus harian di Iran melonjak kembali.

Bahkan,, Iran sempat mencatat penambahan kasus harian sebanyak 3.574. Jumlah tersebut merupakan rekor penambahan kasus harian corona yang pernah dicatat negara tersebut.

Lonjakan kasus corona di Iran sendiri disebabkan oleh tidak diterapkannya protokol kesehatan setelah pelonggaran dilakukan dan jumlah tes yang rendah,

Pakistan

Negeri ini juga melakukan pelonggaran pembatasan sosialdi saat wabah belum terkontrol. Akibtnya, negara tersebut sempatmencatat pertumbuhan ganda total kasus virus corona

Pemerintah Pakistan melonggarkan pembatasan sosial mereka sejak 11 Mei 2020 lalu di saat peningkatan kasus virus corona sedang meningkat

Langkah tersebut diambil karena, menurut Perdana Menteri Imran Khan, kebijakan lockdown dan pembatasan sosial hanya akan menyulitkan para pekerja, ekonomi, dan bisnis kecil.

BACA JUGA: Apa Perlu Mengenakan Face Shield Di Era New Normal? 

India

Negeri lain yang juga terkesan buru-buru melakukan pelonggaran pembatasan adalah India. Hal ini dilakukan karena kondisi ekonomi yang rusak.

Namun jumlah penduduk yang terpapar malah meningkat Para ahli mengkhawatirkan jumlah tersebut akan terus bertambah dan terjadi gelombang kedua.

Para ahli India mengatakan jumlah kasus bisa melewati 1 juta kasus sebelum akhir Juli ini. Kini, beberapa pemerintah negara bagian sedang mempertimbangkan untuk menerapkan kembali aturan lockdown yang ketat.

Swedia, dan Jepang yang sempat memulai new normal,  kini juga tengah memikirkan langkah strategis  agar jumlah korban akibat wabah covid-19tdak bertambah

Bagaimana Nasib New Normal di Indonesia?

Menurut Jubir pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto Data terkait jumlah kasus positif virus corona pada hari ini Rabu (1/7/2020), ada penambahan kasus positif corona sebanyak 1.385 pasien.

Penambahan kasus positif tersebut berdasarkan dua metode pemeriksaan, yakni tes swab dahak Polymerase Chain Reaction (PCR) dan TB-Tes Cepat Molekuler (TCM).

BACA JUGA: Pola Berhemat Harus Kamu Lakukan di Masa New Normal 

Tambahan kasus positif tersebut didapatkan dari pemeriksaan spesimen sebanyak 21.738. Sehingga total spesimen yang sudah diperiksa sejauh ini sebanyak 825.636 spesimen.

Selan itu aada 58 pasien yang tutup usia dalam periode 30 Juni-1 Juli 2020, setelah terpapar Covid-19.

Para ahli kesehatan mengingatkan agar sebuah negara harus menyelesaikan masalah kesehatan terlebih dahulu sebelum melakukan pelonggaran atas pembatasan sosial di masa pandemi.

Pemerintah dan masyarakat perlu belajar dari kegagalan penerapan tatanan kehidupan new norma di negara negara diatas tadi. (Sbg/Rig)

Comments