Nukman Luthfie
Pakar media sosial Nukman Luthfie meninggal dunia pada Sabtu (12/1/2019) malam di Yogyakarta.. (Foto Twitter @nukman)

Sabigaju.com – Kabar duka datang dari ranah digital Indonesia, dengan berpulangnya Nukman Luthfie pada Sabtu (12/1) malam di Yogyakarta.

Nukman adalah salah satu sosok yang dikenal luas di dunia digital termasuk media sosial. Banyak pandangan Nukman soal perilaku bermedia sosial menjadi rujukan, termasuk yang terakhir menyangkut etika selfie di kawasan terdampak bencana pada akhir Desember 2018.

Nukman juga cukup serius menyikapi fenomena hoaks dan upaya meminimalisasinya.

Dalam pantauan Sabigaju, aliran ucapan duka mulai membanjiri akun instagram Nukman, pada foto terakhir yang dia unggah pada 4 Januari 2019. Di Twitter, tagar #RIPNukman juga sudah menjadi trending topic.

BACA JUGA:

 

Eksis Di Medsos

Sebelum dikenal dengan pandangan-pandangannya soal media sosial, Nukman Luthfie memulai karirnya sebagai jurnalis di Bisnis Indonesia dan Majalah Prospek.. Ia kemudian mendalami dunia internet setelah menjadi direktur pemasaran di Agrakom.

Nukmman Luthfie
(Foto: Instagram nukman)

Nukman kemudian mendirikan Virtual Consulting, dan kemudian kerap menjadi pembicara dalam acara-acara bertema internet di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, ia juga mengatakan bahwa media sosial dan media daring lainnya bisa menjadi sarana bela negara, terutama bagi kalangan anak muda.

Bela Negara via Medsos

Ia mengajak masyarakat untuk menyebar konten positif di media sosial sebagai cara elegan untuk melawan propaganda kelompok radikal dan juga konten negatif lainnya, sekaligus menginspirasi orang lain.

Salah satu perkataannya yang diingat para followernya adalah, “Salah satu bela negara yang asyik adalah banjiri medsos kita dengan konten yang positif”.

Melalui akun Twitter @nukman, semua informasi yang diserap dari berbagai media itu biasanya dia bagi ke followernya.

Nukman Luthfie
(Foto: Instagram nukman)

Dari bangun tidur hingga akan tidur, Nukman tak lepas dari gadget dan medsos. Tak hanya Nukman, berdasarkan berbagai riset, sebagian besar pengguna medsos di Indonesia saat ini, terutama di kota-kota besar, perilakunya kurang lebih sudah seperti itu.

Dia juga menjadi guru bagi banyak orang, tak hanya yang mengenal dan bertemu dengannya secara langsung, tetapi juga yang mengikuti setiap pemikirannya yang dituangkan medsos.

Selamat Jalan Bapak Medsos Indonesia, Nukman Luthfie. (Sbg/Rig)

Comments