Game PUBG
Di berbagai media sosial Netizen tengah ramai membahas rencana MUI yang akan mengkaji game PUBG dalam waktu dekat. (Foto: PlayerUnknown’s Battlegrounds)

Sabigaju.com – Hingga hari ini Jumat (22/3), para pecinta game hingga netizen diberbagai platform media sosial ramai memperbincangkan rencana dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dalam waktu dekat akan mengkaji game Player Unknown’s Battlegrounds alias game PUBG terkait apakah perlu dikeluarkan fatwa haram atau tidak.

Hal ini bermula MUI Jabar mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram mengenai game PUBG. MUI pusat pun akan melakukan kajian.

Game PUBG memang sedang menjadi sorotan global karena aksi penembakan brutal di New Zealand yang menewaskan 50 orang pada 15 Maret 2019 lalu. Senjata yang digunakan pelaku disebut-sebut mirip item di game PUBG.

Namun, apakah game PUBG yang mendorong pelaku penembakan melakukan aksi penembakan?

BACA JUGA:

 

Bukan PUBG yang Mendorong Pelaku Penembakan di New Zealand

Satu hal yang perlu dicatat adalah kasus penembakan di Selandia Baru sama sekali tidak diinspirasi oleh game PUBG ataupun gim sejenis.

Pelakunya sendiri bahkan telah mengunggah manifesto sepanjang 74 halaman sebelum melakukan serangan dalam dokumen yang berjudul The Great Replacement.

Game PUBG
(Foto: Facebook)

Manifesto tersebut berisi tentang ide-ide anti imigran, anti muslim, supremasi kulit putih, hingga menjelaskan alasannya melakukan penyerangan di masjid Christchurch sebagai upaya pembalasan kepada kaum muslim atas aksi terorisme di Eropa yang dilakukan oleh kelompok radikal Islam.

Melalui pernyataan Tarrant tersebut, menunjukkan kalau pelaku penembakkan ini benar benar nggak terinspirasi dengan game PUBG.

Baru Setahun

PUBG mobile berusia satu tahun pekan ini. PUBG Mobile telah mencapai kesuksesan luar biasa di mana penggunanya sudah melampaui 30 juta pengguna aktif setiap harinya.

PUBG Mobile juga telah diunduh 200 juta kali dalam waktu kurang dari satu tahun. Game buatan raksasa teknologi asal China Tencent ini juga telah dinobatkan sebagai game mobile terbaik 2018 dari Google Play Award.

Sejumlah Negara yang Khawatir akan Game PUBG

Ada sederet negara yang punya kekhawatiran akan maraknya game PUBG ataupun battle royale lainnya seperti fortnite

Pemerintah Negara Bagian Gujarat di India misalnya  mengeluarkan surat edaran ke pemerintah kabupaten untuk melarang para pelajar memainkan PUBG.

Departemen Pendidikan merilis surat edaran tersebut atas rekomendasi dari Komisi Negara Bagian Gujarat untuk Perlindungan Hak Anak.

Surat edaran tersebut ditujukan langsung kepada otoritas Pendidikan Dasar Kabupaten, dengan mengimbau agar dilakukan langkah yang tepat untuk memberlakukan larangan PUBG di sekolah dasar (SD).

Larangan bermain game battle royale populer itu diusulkan karena dianggap telah membuat para siswa memiliki ketergantungan.

Kajian terhadap game PUBG juga dilakukan oleh pemerintah Cina melalui Komite Peninjauan Etika Online meninjau PUBG dan Fortnite soal apakah dua game tersebut melanggar aturan sosial dan etika di Cina.

Pembentukan komite ini dipicu setelah kekhawatiran yang berkembang akibat banyaknya remaja Cina yang bermain game online yang aturannya belum diberlakukan Cina.

Sejumlah ulasan menemukan bahwa Fortnite dan PUBG secara langsung melanggar aturan etis online karena menampilkan efek visual bercak darah.

Hal yang sama juga tengah terjadi di Mesir. Parlemen Mesir sebelumnya juga dilaporkan sedang menggodok aturan untuk melarang PUBG dimainkan para pemuda, karena mengandung unsur kekerasan.

Jadi daripada sibuk berdebat,  biarkan saja kajian PUBG berlangsung  dan kita tunggu hasilnya sambil mencari winner winner chicken dinner! (Sbg/Rig)

Comments