Bercinta
Ilustrasi: Freepik

Sabigaju.com – Bagi Pria menyalurkan hasrat seksual alias bercinta adalah hal yang wajar. Namun apakah hal tersebut masih bisa dikatakan wajar jika keinginan itu muncul terlalu sering?

Tak hanya itu pertanyaan apakah kondisi  seseorang yang mudah bergairah bisa masuk kategori wajar atau malah tergolong hiperseks?

Yuk Kita simak Ulasannya berikut ini :

Faktor yang Membuat Seseorang Mudah Bergairah

Menurut Psikolog Klinis, Joshua Kalpou mengatakan bahwa kondisi yang menyebakan seseorang mudah bergairah alias memiliki  dorongan berhubungan intim dapat sangat bervariasi bagi pria, dan usia menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhinya.

“Pria yang lebih muda (17-30 tahun) dengan produksi testosteron yang lebih banyak dari rata-rata akan memiliki dorongan untuk berhubungan intim lebih kuat daripada pria yang berusia lebih tua. Namun faktor lingkungan dan biologis juga memainkan peranan penting yang berdampak signifikan,” terang Klapow.

BACA JUGA: Apakah Kamu Cowo Hiperseks? Cek Tandanya Berikut 

Faktor pengalaman seksual, norma sosial, latar belakang sejarah dan harapan hidup, ikut memengaruhi tingkat dorongan seksual. Klapow juga mencatat kondisi kehidupan seorang pria dapat mendorong perilaku ini.

Beberapa di antaranya adalah tingkat stres, kesedihan, kegelisahan dan kurang tidur dapat memengaruhi minat dan aktivitas seksual seseorang.

Seksolog Klinis, Dawn Michael menegaskan setiap orang mudah bergairah  ataupun memiliki  gairah yang berbeda dan sangat unik.

“Gairah seksual dapat bergantung pada pola seseorang melakukan masturbasi atau orgasme. Jika seseorang melakukan hal tersebut setiap hari, maka tubuhnya akan terbiasa dengan pola tersebut,” ungkapnya.

BACA JUGA: Mengenal Gangguan Hiperseksual dan Efeknya

Apa yang Harus Dilakukan ?

Psikoterapis Klinis, dr. Leslie Beth Wish pernah membuat studi pada 2016 di Ohio State University mengatakan lebih fokus pada pria berusia antara 18 hingga 25 tahun.

Para peneliti memberikan peserta mesin hitung yang akan digunakan untuk melacak pemikiran mereka tentang hasrat untuk berhubungan intim. Rata-rata peserta memiliki pemikiran eksplisit sekira 19 kali per hari.

Hasilnya tidak terlalu mengejutkan, tapi para pria yang di survey ternyata juga memikirkan makanan, hampir sama seringnya yakni 18 kali per hari.

Ini bisa berarti jika seseorang memikirkan untuk berhubungan badan sekira satu atau dua jam sekali, maka hal ini sama seperti yang dilakukan seorang pria muda.

Klapow mengingatkan, jika seorang pria selalu sibuk dengan pemikiran tersebut, maka bisa mengganggu kemampuan mereka untuk bekerja, belajar, atau mempertahankan hubungan dan kehidupan sosial. (Sbg/Rig)

Comments