Momen pelukan yang terjadi  antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto dengan pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah terjadi usai  mengalahkan pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Rabu (29/8) . (Foto Instagram)
Momen pelukan yang terjadi  antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto dengan pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah terjadi usai  mengalahkan pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Rabu (29/8) . (Foto Instagram)

Sabigaju.com – Momen pelukan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pada Rabu (29/8) lalu hingga hari ini Kamis (30/8) masih ramai dibicarakan orang.

Pertemuan dua kontestan Pemilihan Presiden 2019 yang terjadi di gelanggang Asian Games 2018 itu dihiasi simbol persaudaraan, berpelukan dalam selubung bendera Merah Putih. Sontak saja tensi politik dan sekat perbedaan runtuh sekejap.

Pertemuan mengharukan itu terjadi saat Pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah dengan berselimut bendera Merah Putih usai mengalahkan wakil Vietnam Nguyen Thai Linh di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Ia kemudian berlari menghampiri tribun VVIP di mana para pejabat duduk menyaksikan pertandingan.

Usai menyalaminya satu per satu, kemudian Presiden Jokowi serta Prabowo memeluk Hanifan bersama-sama.Tangan kanan Jokowi merangkul pundak Hanifan, sementara tangan kirinya merangkul punggung Prabowo. Demikian pula tangan kanan Prabowo yang merangkul punggung Jokowi dan tangan kirinya merangkul pundak Hanifan.

Adapun Hanifan yang memegang bendera Merah Putih juga merangkul pundak Jokowi sekaligus Prabowo. Momen ini langsung mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton yang hadir sehingga suasana venue kian bergemuruh.

Pesan Persatuan Dalam Momen Pelukan Jokowi dan Prabowo

Momen pelukan antara Jokowi dengan Prabowo seakan menyadarkan banyak pihak bahwa berkompetisi tidak mesti saling menjatuhkan, bersaing bukan melulu saling menyingkirkan satu sama lain, dan berkontestasi tidak harus membuat lawan sebagai musuh bebuyutan.

View this post on Instagram

Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, sore tadi. Begitu dinyatakan sebagai peraih medali emas kelas C setelah menundukkan Nguyen Thai Linh asal Vietnam, pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah merayakan kemenangannya dengan berlari keliling arena lalu naik ke tribun penonton tempat saya duduk bersama Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Kami bertiga — Hanifan, saya dan Pak Prabowo — pun berpelukan dalam selubung merah putih. Selamat untuk Hanifan, seluruh atlet pencak silat Indonesia, pelatih dan jajaran pengurus, yang mempersembahkan 14 medali emas untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Dengan perolehan medali 30 emas, 22 perak, dan 35 perunggu sampai hari ini, Indonesia berada di posisi keempat — sebuah pencapaian baru yang menjadi sejarah bagi dunia olahraga negeri ini.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Momen itu membangkitkan energi semangat persatuan kebangsaan kita, Indonesia bisa bangkit, bisa maju bersama-sama dan membuat tekad baru bagi kita semua untuk menyingkirkan narasi-narasi yang negatif belakangan ini.

Terlebih karena momen itu terjadi di gelanggang olahraga, bukan di panggung politik terbuka. Dalam pertandingan olahraga, tentu dipegang nilai-nilai yang dapat pula diimplementasikan dalam aktivitas politik. Misalnya sportivitas, adu strategi dan kontrol diri.

Momen Pelukan Jokowi dan Prabowo Jadi Barang Dagangan

Menariknya, momen langka dan menyejukkan itu dengan cepat langsung dimanfaatkan menjadi peluang untuk dijadikan uang.

Pertemuan itu diabadikan oleh Never Too Lavish yang menjual jaket custom momen pelukan Jokowi-Prabowo yang dilukis dengan tangan.

Lewat akun Instagram @nevertoolavish, tersedia 50 slot untuk memesan twill coach jaket dengan basic hitam tersebut. Untuk desain, Never Too Lavish mengabadikan momen tersebut di bagian belakang, dengan dua foto sekaligus.

Selain itu di bawah desain disisipkan tagar #IndonesiaDamai. Jika tertarik, jaket custom ini dibanderol Rp 4,5 juta, lengkap dengan serial number dan sertifikat originalitas. Kalau memang niat, lebih baik segera pesan, karena dalam satu jam setelah diumuimkan, jaket ini sudah dipesan setengahnya. (Sbg/Rig)

Comments