banyak mitos keliru yang berkembang di balik manisnya rasa gula. (Foto Pixabay)
Banyak mitos keliru yang berkembang di balik manisnya rasa gula. (Foto Pixabay)

Sabigaju.com – Sejak dahulu banyak orang menyukai gula. Rasanya yang manis gula bisa membuat makanan menjadi lebih menarik untuk dicicipi, contohnya saja roti, donat dan lain sebagainya.

Gula juga bisa membuat tubuh menjadi berenergi. Karena gula merupakan bahan pokok utama dari setiap makanan, orang-orang berpikir untuk mengganti gula biasa dengan gula rendah kalori demi kesehatan.

Namun begitu banyak orang yang hingga kini masih dilingkupi dengan mitos yang berisi informasi keliru tidak benar tentang gula. Lantas apa saja mitos tidak benar tersebut, berikut ulasannya yang dihimpun sabigaju dari berbagai sumber.

1. Mitos keliru: Gula Penyebab Diabetes

Gula bukanlah penyebab utama timbulnya Diabetes. (Foto: Pixabay)
Gula bukanlah penyebab utama timbulnya Diabetes. (Foto: Pixabay)

Gula mungkin memiliki kontribusi tentang berat badan berlebihan, tapi jika diimbangi dengan olahraga yang teratur maka itu bisa mengurangi resiko obesitas.

Nah, seseorang yang kelebihan berat badan  bisa menyebabkan resiko terjadinya diabetes.

Secara umum ada dua tipe diabetes. Diabetes tipe satu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Tidak ada hubungannya dengan gula.

Sedangkan diabetes tipe dua disebabkan oleh genetika dan gaya hidup. Beberapa orang mewarisi penyakit diabetes ini dari orangtua atau generasi keluarga sebelumnya.

2. Beberapa jenis gula  baik untuk Anda

Ada berbagai jenis gula, gula merah, gula putih, madu semuanya akhirnya dipecah menjadi hal yang sama, glukosa. Semua bentuk gula adalah karbohidrat yang bisa digunakan sebagai glukosa.

3. Gula Membuat Anak Hiperaktif

Tidak ada hubungan antara gula dengan tindakan hipereaktif yang dilakukan oleh anak-anak. (Foto by Lukas from Pexels)
Tidak ada hubungan antara gula dengan tindakan hipereaktif yang dilakukan oleh anak-anak. (Foto by Lukas from Pexels)

Gula memang menciptakan energi, namun banyak yang berpikir hal itu pula membuat anak menjadi hiperaktif.

Padahal sebenarnya itu dikarenakan oleh kegembiraan sang anak sendiri. Anak menjadi banyak tingkah dengan berteriak bahagia, berlarian, atau bahkan melompat-lompat itu dikarenakan kebahagiaan yang dirasakannya.

Tidak ada studi yang pernah dilakukan untuk menemukan kaitan antara gula dengan tinngkat hiper aktif dari anak-anak.

3. Gula Membuat Efek Kecanduan

Gula kerap dikaitkan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan kecanduan. (Foto: Pixabay)
Gula kerap dikaitkan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan kecanduan. (Foto: Pixabay)

Sebuah studi mengatakan bahwa orang yang memilih gula dengan alasan kesehatan belum tentu kecanduan. Ada beberapa macam tipe kecanduan yaitu obsesi konstan, kehilangan kontrol, penggunaan meningkat dan ketidak puasaan saat tidak terpenuhi.

Studi tersebut mengatakan, dari semua orang yang telah menjalani tes tentang gula dan kecanduan, hanya sedikit saja orang yang mengalami gejala kecanduan di atas. Jadi, adalah sebuah mitos gula bisa menyebabkan kecanduan adalah tidak benar.

4. Mitos Pemanis buatan lebih baik dari Gula

Mitos keliru juga menyebut gula olahan tidak lebih baik dari gula yang sesungguhnya.( Foto by Nick Demou from Pexels)
Mitos keliru juga menyebut gula olahan tidak lebih baik dari gula yang sesungguhnya.( Foto by Nick Demou from Pexels)

Banyak orang tidak ingin menggunakan gula olahan dan menggantinya dengan gula alami. Padahal gula olahan tidak selamanya buruk karena gula olahan justru adalah gula yang paling baik untuk diet.

Gula olahan mengandung kalori yang sangat sedikit dibanding dengan gula alami. Sehingga kamu yang ingin mengurangi berat badan bisa mengonsumsi gula olahan saja dibanding dengan gula alami.

Selain itu, gula olahan cenderung tidak meningkatkan kadar gula darah karena gula olahan tidak termasuk karbohidrat. Berbeda dengan gula alami yang termasuk kandungan karbohidrat dan dapat memicu kerja insulin ketika dikonsumsi.

5. Menghilangkan Gula dari Makanan

Ada banyak jenis buah-buahan yang mengandung gula. (Foto by PhotoMIX Ltd. from Pexels)
Ada banyak jenis buah-buahan yang mengandung gula. (Foto by PhotoMIX Ltd. from Pexels)

Gula itu mengandung glukosa yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup. gagasan yang mengatakan untuk menyingkirkan semua gula dari makanan adalah mitos keliru, sebab banyak buah buahan yang memiliki kadar gula yang baik.

6. Gula Bisa Membuat Kanker Tumbuh dengan Cepat

Kekeliruan lainn menyebut kalau gula dapat mempercebat pertumbuhan kanker. (Foto by itsbytespixels from Pexels)
Kekeliruan lainn menyebut kalau gula dapat mempercebat pertumbuhan kanker. (Foto by itsbytespixels from Pexels)

Menurut Mayo Clinic, gula tidak memiliki pengaruh dalam perkembangan kanker. Gula justru digunakan untuk menambah energi pada tubuh akibat penyakit.

Penelitian tersebut mengatakan bahwa penggunaan gula dilakukan dalam jumlah besar, bisa membuat sel kanker berkembang tapi tidak dengan mempercepat. Jadi, ungkapan gula dapat mempercepat tumbuhnya kanker adalah mitos keliru.

7. Gula Penyebab Gigi Rusak

Gula sering dianggap sebagai penyebab utama gigi berlubang (Foto by Pixabay)
Gula sering dianggap sebagai penyebab utama gigi berlubang (Foto by Pixabay)

Mitos keliru lain adalah gula sering dianggap penyebab gigi berlubang. Padahal gigi yang berlubang disebabkan oleh asam yang diproduksi oleh bakteri yang memakan gula tapi bakteri tersebut juga memakan banyak karbohidrat yang tertinggal di gigi dari makanan lain seperti biji-bijian dan buah.

jadi penyebab utama gigi berlubang adalah plak gigi. Dengan menjaga gigi dengan baik dan sikat gigi sebelum tidur, plak gigi akan berkurang dan bisa mengurangi resiko gigi berlubang. (Sbg/Rig)

Comments