Babysitter
Sumber Foto : Instagram Pribadi Ashanty

Sabigaju.com – Memiliki babysitter atau pengasuh anak menjadi hal yang penting dalam kehidupan rumah tangga terutama ketika ayah dan ibu sama-sama bekerja. Ibu yang bekerja di rumah pun terkadang membutuhkan bantuan asisten yang bisa menjaga anaknya selama 1-2 jam. Dengan bantuan babysitter, ibu bisa merasa tenang menyelesaikan pekerjaannya sejenak, sebelum kembali menjadi ibu untuk anak-anaknya.

Tapi seringkali pengasuh ini menjadi ganjalan bagi para ibu bekerja. Kenapa? Karena memberikan kepercayaan penuh untuk orang lain menjaga anak bukanlah hal yang mudah. Belum lagi tren asisten saat ini yang dianggap terlalu manja dan banyak aturan. Dari mulai nilai gaji yang cukup tinggi hingga aturan libur yang diminta sebelum mereka menandatangani kontrak sebagai babysitter anak Anda.

Permasalahan lainnya yang muncul adalah ego ibu yang sering terluka ketika melihat anaknya lebih dekat dengan pengasuh dibanding dirinya. Aturan-aturan yang dilanggar saat nyonya rumah tidak di rumah, hingga rasa takut jika babysitter melakukan hal-hal yang semestinya tidak dilakukan. Misalnya, memberikan hukuman fisik dan verbal jika anak-anak kecil ini bertingkah menyebalkan.

Padahal kalau kita lihat keluarga Anang-Ashanty dengan ART dan babysitter yang banyak, damai-damai aja, ya? Ada drama nggak, ya? Pasti drama ada aja, deh. Tinggal bagaimana kita bisa meminimalisirnya supaya pengasuh anak kita bisa terpercaya seperti Uteng (baca: suster) Suwarsih Asih dengan mengacu pada konsep berikut :

Memberi Kepercayaan

Kepercayaan adalah kunci yang pertama. Babysitter yang kita pekerjakan tentu sudah melewati proses screening. Di awal perjanjian bekerja, jangan lupa untuk diingatkan tentang menjaga kepercayaan dan kejujuran. Saling menghargai tentang kepemilikan barang masing-masing juga perlu ditegaskan. Ajak babysitter untuk membuktikan bahwa ia adalah orang yang jujur dan bisa dipercaya.

Gaji dan Insentif

Gaji menjadi hal sensitif yang seringkali menjadi ganjalan hubungan, bahkan menjadi isu utama kepergian si babysitter. Berilah gaji yang pantas, sesuai UMR, dan setidaknya ada bagian yang bisa dikirimkan ke kampung untuk keluarganya. Jangan lupa untuk membayar gajinya tepat waktu untuk mengurangi drama babysitter ngambek dan menurun kinerjanya saat menjaga anak. Perlu diingat kalau babysitter bekerja mengasuh dan memberikan kasih sayang saat kita sedang tidak ada di rumah. So don’t be late and always do full payment!

Babysitter Juga Manusia

Babysitter juga manusia. Sama seperti kita, kadang ada rasa lelah, sedih, bahkan kesal menghampiri saat bekerja. Jika pengasuh terlihat murung, kita bisa ajak ngobrol, loh. Tawarkan solusi yang masuk akal dan menyenangkan semua pihak. Tambahan cuti untuk pulang saat ibu atau anaknya sakit di kampung akan menambahkan rasa sayang pengasuh anak kepada keluarga kita. Harapannya, kalau dikasih cinta, akan dicintai balik, kan?

Niat baik untuk menjalin hubungan dengan pengasuh anak akan menjadi modal utama kita untuk merasa tenang saat pergi bekerja dan meninggalkan anak sementara dengan babysitternya di rumah. Rasa cemas bisa berbalik jadi senyuman manis, saat tengah hari yang suntuk di kantor, Anda menerima sebuah foto di Whatsapp dengan berita “Bu, anaknya sudah makan sekarang sedang tidur siang.” (Sbg/Mrc)

 

 

Comments