Mindfulness
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Pendiri aplikasi meditasi, Whil.com, Joe Burton, dalam sebuah kesempatan pernah mengemukakan, Meski disebut sebagai tempat kerja, bukan berarti kantor menjadi satu-satunya tempat terbaik untuk melakukan pekerjaan.

Joe memandang konsep dan ruang kerja era modern kebanyakan berkonsep terbuka, sehingga potensi distraksi amat mudah terjadi. I

Belum lagi perkara menjawab surat elektronik atau pesan singkat dari kolega yang kadang berlebihan, ponsel rekan kerja yang tidak di-silent, suhu ruangan yang kurang pas, dan persoalan klasik, seperti cibiran rekan kerja.

BACA JUGA: Kenali Toxic Employee, Karyawan Beracun yang Bikin Kantor Jadi Runyam

Tanpa Mindfulness Kerja Jadi Stress

Kesibukan dan suasana di sebuah kantor yang toxic bisa membuat karyawannya tak sempat menikmati kehidupan di luar pekerjaan. Ini pun terjadi di dunia nyata.

Hasil Riset yang dilakukan oleh Labour Force Survey (LFS) di Inggris menunjukkan, pada 2016-2017, sebanyak 526.000 orang mengalami gangguan kesehatan mental, seperti stres hingga depresi akibat pekerjaan.

Sementara itu, hasil survei Gallup 2018 menemukan 23 persen karyawan selalu mengalami burnout (kelelahan bekerja) dan 44 persen lainnya melaporkan dirinya “kadang-kadang” merasakan burnout.

Tingginya risiko stres dan depresi di tempat kerja mendorong beberapa perusahaa kini menyediakan fasilitas pelatihan mindfulness kepada karyawannya.

BACA JUGA: Pentingnya Berbicara Positif untuk Pengembangan Karir

Menerapkan Mindfulness

Mindfulness atau kesadaran pikiran tak sekadar urusan ketenangan batin, tapi juga melahirkan pilihan yang lebih baik saat berhadapan dengan situasi sulit.

Bahkan kaitannya dengan pekerjaan, penelitian yang dipublikasikan di Academy of Management Journal (ANI) menunjukkan, mindfulness terbukti dapat mereduksi stres sehingga meningkatkan kinerja karyawan.

mindfulness adalah melakukan kegiatan sehari-hari dengan kesadaran penuh. Misal saat makan, ya kita makan. Merasakan tiap suapan, bukan sambil melamun atau nonton televisi.

Intinya mindfulness mewajibkan kita untuk fokus, tidak multitasking, dan tidak berpikir, apalagi bersikap menghakimi.

BACA JUGA: Mindful Eating untuk Atasi Aktivitas Makan Berlebih

Alih-alih mempersingkat waktu, bekerja multitasking justru memperpanjang waktu pengerjaan hingga 25 persen. Ini disebabkan fokus pikiran yang terbagi. Maka dari itu, biarkan diri Anda terpusat sepenuhnya mengerjakan satu tugas hingga selesai.

Sementara bagi yang kurang istirahat, hasil riset Oregon State University yang dimuat dalam Journal of Business Venturing menemukan, praktik mindfulness selama 10 menit sehari memiliki manfaat setara dengan tambahan tidur malam sebanyak 44 menit.

Meski begitu, kamu tak boleh lupa untuk menerapkan pola hidup sehat. Mulai dari makan seimbang, istirahat cukup, dan rajin berolahraga.

Bila latihan mindfulness dapat kamu terapkan, dampak positif tak hanya terasa bagi sisi emosional. Fisik pun bisa jadi jauh lebih sehat lho gaes!. (Sbg/Rig)

Comments