Pilihan Politik
Kaum milenial ternyata memiliki tolok ukur tersendiri tentang pilihan politik terlebih jelang Pemilu 2019 yang akan berlangsung pada Bulan April mendatang. (Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Euphoria pemilu sudah sangat terasa, terlebih pasca Debat Capres Tahap Kedua pada Minggu lalu.Yup,  kaum Milenial kini seakan memiliki tolok ukur akan pilihan politik .

Banyak pakar yang menyebut bahwa Indonesia sudah mulai dewasa dalam berdemokrasi. Ini bisa dilihat dari banyaknya ragam pilihan politik, sehingga mungkin saja di antara kamu ada yang berbeda pilihan politiknya.

Kedewasaan ini bahkan mulai merambah ke kalangan kaum muda, alias millennial. Ini bisa dilihat dari banyaknya millennial yang turut berpartisipasi terhadap demokrasi di Indonesia, entah itu ikut mencalonkan diri sebagai legislatif, atau sekedar mengkritisi dari luar jajaran. Bahkan para elit politik senior juga mulai menyusun strategi agar semua visi misi mereka bisa memfasilitasi minat kaum muda.

Kaum kita ini juga mulai gembor-gembornya soal pilihan politik yang menurut kita paling benar. It’s okay, Sob. Tapi masalahnya, sudah benarkah kamu dalam menyikapi perbedaan pilihan politik ini?

BACA JUGA:

 

1. It’s Okay to be Diiferent

Kamu tahu enggak, bahwa ada sebuah riset dari University College, London, yang mengungkapkan bahwa ternyata sebuah pandangan politik ini berasal dari masing-masing struktur otak manusia. Nah ini artinya, sangatlah lumrah jika perbedaan ada di mana-mana.

Pilihan Politik
(Foto: Pexels)

Bahkan menurut riset ini, beberapa pandangan tidak bisa berubah hanya karena sebuah argumen. Jadi, masuk akal ya jika ada seseorang yang berargumen, justru kamu malah makin yakin dengan pilihan sendiri?

So, kamu cuma perlu bijak dalam melihat perbedaan ini. Enggak perlu baper kalau ada yang menganggap jelek pilihanmu.

2. Boleh Berdebat, asal…

Boleh dong beradu argumentasi, asal kamu mesti paham bagaimana baiknya. Sebetulnya, berdebat yang baik adalah ketika kamu sedang berada dalam forum yang membahas khusus soal isu terkait itu.

Pilihan Politik
(Foto: Pexels)

Tapi, ketika ada kerabat kamu yang memulai, ada baiknya kamu membalasnya dengan santun, bijak, dan tentu argumentasinya harus valid serta mencerahkan. Buktikan bahwa pilihan politik kamu benar dengan cara yang baik.

3. Berdamai setelah Berdebat

Perlu diingat bahwa berdebat soal politik ini sebetulnya hanya menguntungkan para elit saja. Memang sih, daya kritis kamu akan semakin tajam dengan banyak berargumentasi. Tapi semakin kamu panas, semakin pula elit politik diuntungkan.

Pilihan Politik
Foto: Pexels

Jadi, sebaiknya kamu tetap berdamai di luar forum debat pilihan politik tersebut. Ingat bahwa tak masalah berbeda pandangan. Namun kalian tetap harus saling menghargai setelahnya.

4. Stop Talking About Politics

Ini paling jitu ketika ada orang yang menggebu-gebu bahkan menghina pilihan politik kamu. Kamu hanya perlu diam dan menghindari pembicaraannya.

Pilihan Politik
(Foto: Pexels)

Katakan saja bahwa kamu tak berminat dengan isu yang sedang ia bicarakan. Namun untuk menghindari polemik, kamu harus mengatakannya dengan cara yang baik ya.

Ayo buktikan bahwa kamu adalah kaum millennial yang juga sudah dewasa dalam berdemokrasi. Jangan sampai perbedaan pilihan politik kamu dengan kerabat terdekar justru menjadi retaknya hubungan kalian. Jadi, enggak usah baper deh!

Comments