Hasil penelitian menunjukanjukan kaum Milenial tidak menyukai payudara dan malas berhubungan seks (Ilustrasi; Pixabay)
Hasil penelitian menunjukanjukan kaum Milenial tidak menyukai payudara dan malas berhubungan seks (Ilustrasi; Pixabay)

Sabigaju.com – Belum lama ini sebuah survey dan penelitian terhadapa kaum milenial mendapatkan hasil yang cukup mengejutkan

Namun, ada hal mengejutkan dari hasil studi yang dilakukan PornHub baru-baru ini dimana ternyata kaum milenial tidak begitu menyukai payudara dan malas untuk melakukan hubungan seks

Dilansir dari laman metro.co.uk, sebuah studi yang dilakukan PornHub baru-baru ini melakukan pencarian mendalam tentang payudara di website mereka. hasil yang didapat menyebutkan pencarian terkait tentang payudara hanya 1,5 persen. hanya 19% pengguna mereka yang berusia 18-24 tahun yang mencari video porno dengan kata kunci payudara. Sedangkan mereka yang berusia 25-34 tahun hanya 11%.

Data Porhub tentang pencarian KATA Payudara (Sumber Pornhub)
Data Porhub tentang pencarian KATA Payudara (Sumber Pornhub)

Hasil teresebut bila dibandingkan dengan hasil penelusuran di tahun sebelumnya, Pornhub menemukan bahwa generasi millennial banyak melakukan pencarian payudara dengan berukuran kecil. Sistem melaporkan jika pencarian payudara kecil meningkat dibandingkan payudara besar.

Hal ini disebabkan karena ada banyak beranggapan bahwa payudara besar biasanya bohong atau fake. Sedangkan, mereka lebih suka natural breast dimana pencariannya lebih meningkat dibandingkan biasanya.

Kaum Milenial Malas Berhubungan Seks?

Selain tidak menyukai payudara, kaum milenial ditengarai semakin malas bercinta jika dibanding beberapa dekade lalu, frekuensi bercinta orang modern semakin sedikit lantaran kehidupan modern yang serba cepat dan memiliki banyak aktivitas.

Selain itu memudarnya gairah bercinta bisa disebabkan karena berbagai hal, misalnya kelelahan bekerja sehingga sesampai di rumah yang diinginkan adalah beristirahat dan menyegarkan pikiran.

Hal itu mengemuka lewat sebuah penelitian yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat yang dilakukan pada 26.000 orang dewasa di AS pada semua kelompok umur, dalam jangka waktu penelitian selama 25 tahun.

Memudarnya gairah bercinta kaum milenial bisa jadi disebabkan karena berbagai hal, misalnya kelelahan bekerja sehingga sesampai di rumah yang diinginkan adalah beristirahat dan menyegarkan pikiran. (Ilustrasi: Pixabay)
Memudarnya gairah bercinta kaum milenial bisa jadi disebabkan karena berbagai hal, misalnya kelelahan bekerja sehingga sesampai di rumah yang diinginkan adalah beristirahat dan menyegarkan pikiran. (Ilustrasi: Pixabay)

Penurunan paling curam ditemukan pada kelompok menikah, orang di usia 50-an tahun, orangtua yang memiliki anak berusia 6-12 tahun, orang berpendidikan sarjana, serta mereka yang tidak menonton tayangan pornografi dalam setahun terakhir.

Sementara itu, pada generasi milenial (orang yang lahir antara tahun 1980-awal 2000), adalah kelompok yang memiliki kehidupan seksual paling tidak aktif.

Stress di tempat kerja juga menjadi salah satu pemicu kaum milenial malas berhubungan seks (Ilustrasi: Pixabay)

Sekitar 15 persen orang dewasa berusia 20-24 tahun tidak berhubungan seksual sejak mereka berusia 18 tahun. Generasi milenial malas berhubungan seks kemungkinan karena mereka masih tinggal bersama orangtua.

Menurut Dr Jean Twenge dari San Diego State University menilai bahwa malasnya kaum milenial berhubungan seks ditenggarai berkaitan dengan kemajuan teknologi, termasuk adanya layanan pornografi daring.

“Di beberapa media, sempat dikabarkan bahwa beberapa remaja laki-laki mengaku jika pornografi membuat mereka sulit untuk benar-benar berkencan dan melakukan hubungan seks dengan perempuan di dunia nyata, ” pungkas peneliti ya ng juga penulis buku Generation Me tersebut. (Sbg/Rig))

 

Comments