Merekam hubungan intim kini tengah ramai menjaadi bahasan publik
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Belakangan ini publik tengah ramai membicarakan soal  topik merekam adegan intim  lantaran viralnya rekaman video syur mirip artis ini dan itu di yang beredar luas di media sosial.

Hal itupun menimbullkan pertanyaan, apakah merekam video saat bberhubungan seks adalah hal yang normal?

Dan lagi selain resikonya tersebar memangnya ap ada dampak positif dari hal itu? Simak yuk ulasannya berikut ini

BACA JUGA: Nggak Perlu Ikutan Heboh Soal Video Syur di Media Sosial!

Punya Manfaat Hingga dugaan Narsis

Menurut Ahli seks Rima Hawkins di London, Inggris Salah satu alasan yang membuat pasangan merekam adegan intim yang mereka lakukan.

“Saat berhubungan intim, nafsu dan saling tertarik satu sama lain makin kuat. Emosi dan kepercayaan yang terjalin membuat pasangan lebih dekat. Pada titik ini, sulit memisahkan antara perasaan dan proses seksual dalam hubungan intim,” kata Rima.

Karena hal itulah, Annabelle Knight, ahli seks dan hubungan di Lovehoney menyatakan bahwa merekam hubungan seks dengan pasangan menjadi suatu hal yang terasa menyenangkan dan memang memberi manfaat secara seksual maupun emosional.

BACA JUGA: Video Porno Deepfake dan Ancaman di Dunia Maya yang Belum Ada Solusinya 

Dan banyak pasangan yang merekam aktivitas seksualnya dengan ponsel pribadi, tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kehidupan seks mereka.

Stu Nugent, pakar seks di Lelo, percaya ada alasan lain mengapa banyak orang suka membuat rekaman seksnya sendiri. Alasannya adalah erotisme diri.

“Mungkin kita semua adalah orang-orang narsisis. Kita semua ingin melihat diri kita sebagai makhluk seksual, dan dengan memfilmkan diri kita sendiri, kita dapat melakukan itu secara harfiah, berulang-ulang,” katanya.

Lebih lanjut, kata Nugent, ada sesuatu yang sangat intim tentang erotisme diri, dan ada sesuatu yang secara inheren lebih seksi saat menonton diri sendiri saat berhubungan seks

Dr. Becky Spelman, pakar hubungan di We-Vibe, setuju bahwa mungkin ada tingkat narsisme dalam proses perekaman atau menonton diri Anda sedang melakukan hubungan seks atau masturbasi.

BACA JUGA: Menguak Film Porno Favorit Para Maniak Film Dewasa Indonesia 

Harus Ada Persetujuan

Meski masih dianggap tabu, nyatanya merekam adegan bercinta justru banyak dilakukan.

Seseorang bisa memberikan persetujuan mudah untuk mengambil rekaman aktivitas seksual atas dasar kepercayaan dan kesenangan bercinta.

“Kalau pasangan menggunakan rekaman aktivitas seksual untuk kebaikan, mereka menggunakannya sebagai perangsang gairah seksual. Kuncinya, persetujuan merekam harus dilakukan orang yang berusia 16 tahun ke atas,” jelas Rima.

Namun, sebelum seseorang setuju pengambilan rekaman aktivitas seksual yang akan diambil, pastikan pasangan mampu bersikap bijak tidak membocorkan rekaman.

BACA JUGA: Revenge Porn, Dendam Digital dan Kerusakan Mental 

Kalau Nolak juga Bisa Kok

Jika kalian tidak ingin merekam aktivitas seksual, katakan saja ‘tidak setuju.’ Hindari tidak merespons permintaannya. Jelaskan alasannya  dan buat keputusan terbaik.

Keputusan adalah milik Anda pribadi. Keputusan tidak ingin merekam aktivitas seksual dapat meringankan bebanmu lho.

Soalnya kalau hubungan tidak berjalan lancar, rekaman aktivitas seksual bisa menjadi sumber balas dendam alias revenge  porn. (Sbg/Rig)

Comments