Demi mengenang mereka yang celaka saat bekerja, tanggal 28 April dijadikan Hari Peringatan Pekerja setiap tahunnya.

Sabigaju.com – Bekerja adalah bagian dari hidup, kita semua tahu itu. Tapi tentu saja semua yang bekerja tak ingin bagian dari hidupnya ini berubah menjadi sesuatu yang celaka.

Kita sepakat bahwa bekerja adalah proses untuk menghidupi kehidupan. Namun jangan sampai apa yang dicita-citakan para pekerja justru menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri. Itu sebabnya Hari Peringatan Pekerja perlu dimaknai oleh seluruh unit di dunia.

Hari Peringatan Pekerja berlangsung pada tanggal 28 April setiap tahunnya. Peringatan ini dilaksanakan demi mengenang mereka yang celaka saat bekerja, baik tewas, cacat, luka dan sakit karena pekerjaan mereka. Seperti slogannya: Ingat yang telah mati – Berjuang untuk hidup.

Baca juga: Di Masa Depan, Robot Akan Mengambil Alih Pekerjaan Manusia

Tanggal 28 April diakui oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan Konfederasi Serikat Perdagangan Internasional (ITUC). Pada tahun 1996, peringatan ini mulai dibentuk temanya. Pada tahun 2001, ILO mendeklarasikan tanggal 28 April sebagai Hari Peringatan Pekerja. Akhirnya, tahun 2002 peringatan ini menjadi hari resmi di sistem PBB.

Di Indonesia sendiri, peringatan ini dikenal juga dengan Peringatan Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Memang, isu tentang kesehatan dan keselamatan kerja tak lebih populer dibanding kenaikan upah buruh atau sekadar tunjangan. Namun peringatan yang sering luput ini juga tak kalah pentingnya.

Bagaimana tidak, pada tahun 2016, peningkatan jumlah kematian pekerja sebanyak 349,4 persen dari tahun sebelumnya. Artinya, ada 2.382 pekerja yang celaka saat bekerja pada tahun 2016 tersebut. Sedangkan pada tahun 2015, baru ada 530 orang pekerja yang tewas.

Data mengerikan lainnya dari ILO menyebutkan bahwa setiap 15 detik satu pekerja tewas, sedangkan 160 pekerja lainnya menderita sakit akibat bekerja.

Ilustrasi: Pexels.com
Mereka yang Celaka saat Bekerja

Kalau Sobat Sabi masih ingat, pada 3 tahun silam ada kebakaran dahsyat terjadi PT Mandom, Bekasi. Pada peristiwa ini, sebanyak 28 pekerja tewas.

Kebakaran ini ternyata muncul pada salah satu mesin untuk memanaskan plastik bernama dryer. Kala itu, sejumlah petugas pabrik tengah meakukan pengepakan produk. Ketika ada kebocoran gas, maka ledakan dan kebakaran pun terjadi.

Kebakaran juga terjadi di pabrik petasan Kosambi. Peristiwa ini menyisakan luka yang mendalam pada 49 korban jiwa. Sebagian mereka yang bekerja adalah pekerja di bawah umur.

Belum lama ini juga ledakan dahsyat terjadi di sumur minyak Aceh. Empat orang tewas dalam ledakan tersebut. Sayangnya, sumur minyak ini ilegal sehingga pekerja di dalamnya tak bisa mendapat bantuan hukum.

Itu terjadi pada sejumlah pekerja dalam intensitas besar. Sobat Sabi juga pasti ingat kisah Mita Diran, seorang copy writer yang meninggal usai 30 jam bekerja non stop. Padahal, ukuran waktu bekerja seseorang hanya sekitar lima hingga delapan jam sehari.

Dengan menggemakan kembali soal keamanan serta kesehatan pekerja di hari ini, mudah-mudahan mereka atau kamu yang sedang bekerja tak lagi terancam ya, Sobat Sabi! (sbg/Dinda)

Comments