73 Tahun Indonesia merdeka ditangah ancaman resesi dan pandemi
(Foto: Pixabay.com)

Sabigaju.com – Setiap tahunnya, Bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus. Tahun ini Republik Indonesia merayakan peringataan kemerdekannnya ke-75 di tengah Pandemi dan ancaman resesi ekonomi.

Jika ancaman resesi itu tidak bisa dihindari, maka akan menjadi kado buruk dalam hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-75 .

Saat ini semua pihak harus memahami bahwa hal terpenting yang harus difokuskan saat ini adalah bagaimana kita bisa pulih. Memulihkan kesehatan masyarakat dari pandemi Covid-19, sekaligus memikirkan pemulihan ekonom dari ancaman resesii.

BACA JUGA: Masa Resesi Bikin Para Mafia Berjaya, Mesti Waspada Nih

Bertahan di Tengah Ancaman Resesi

Sebagai individu dan sebagai warga negarakita harus bersiap menghadapi ancaman resesi ekonomi. Di mana harga-harga barang jasa melonjak tinggi,

Jika kita hanya memiliki penghasilan tetap maka nilainya akan menurun. Langkah yang bisa dilakukan yaitu mencari sumber pendapatan baru.

Misalnya dengan menambah pekerjaan sampingan, memproduksi barang yang bisa anda hasilkan dan laku dijual atau anda menjadi marketing reseller produk-produk yang dibutuhkan.

Langkah selanjutnya adalah dengan memprioritaskan keuangan dengan borientasi pada kebutuhan dan bukan pada keinginan Cara bertahan di tengah ancaman resesi ini bisa menyelamatkan sisi finansialmu.

So, tahanlah dulu berbagai keiginanmu yang kurang penting di saat ancaman resesi sudah di depan mata.

Ketimbang menghamburkan uang maka menabung dan berinvestasi adalah langkah yang tepat untuk dilakukan. Namun, pilih inverstasi yang minim resiko dan di masa depan setelah resesi berakhir harganya akan naik berlipat-lipat.

Kamu harus berhati-hati dan benar-benar berhitung secara matang sebelum menentukan pilihan investasi agar tidak merugi.

BACA JUGA: Banting Setir, Nggak Perlu Gengsi dan Malu Saat Pandemi

Bertahan di Masa pandemi

Hidup di tengah pandemi Covid-19 bukan berarti pasif dan tidak berbuat apa-apa. Ini artinya, bukan sikap menyerah. Kita harus tetap produktif, tetapi dengan mengedepankan kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam kehidupan.

Kita harus tetap mengenakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak sosial. Dengan demikian, upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bisa terus berjalan.

Selain itu, semangat solidaritas juga harus kita pelihara. dengan berbagi untuk membantu warga yang sulit membeli kebutuhan hidup karena tak ada lagi penghasilan

Berbagi tidak akan mengurangi harta kita namun sebaliknya berbagi akan membuat kitaa mendapatkan balasan kebaikan yang lebih banyak.

Berbagi juga bagian dari investasi untuk kehidupan selanjutnya. Jadi, jangan takut berbagi kepada tetangga, teman yang membutuhkan di masa pandemi ini

Semoga kita bisa melalui pandemi dan ancaman resesi. Merdeka (Sbg/Rig)

Comments