Sabigaju.com – Ada apa di tanggal 23 Maret? Pada tanggal ini tercatat sebuah peristiwa bersejarah yaitu operasi “bumi hangus” Bandung yang juga dikenal sebagai peristiwa Bandung Lautan Api. Bandung Lautan Api tentu merupakan salah satu peristiwa yang lekat kaitannya dengan kota Bandung, sehingga kota tersebut terkenal dengan julukan yang sama. Peristiwa ini diabadikan dalam sebuah monumen yang bernama Monumen Bandung Lautan Api. Monumen ini terletak di lapangan Tegal Lega, Bandung sehingga acap kali disebut sebagai Monumen Tegal Lega.

Monumen ini berdiri di atas bidang polygon dengan 9 sisi. Tinggi monument ini mencapai sekitar 45 meter dengan bentuk seperti obor nyala api di bagian atasnya. Simbol api tersebut rupanya berkaitan erat dengan peristiwa sejarah Bandung Lautan Api yang terjadi pada tanggal 23 Maret 1946.

Sejarah Operasi “Bumi Hangus” pada 23 Maret 1946

Kronologi sejarah operasi Bandung Lautan Api dimulai dari peristiwa ketika sekutu mendarat di Bandung. Pasukan Inggris yang merupakan bagian dari Brigade MacDonald mendarat di Bandung pada Oktober 1945. Ketika itu, para pejuang Bandung tengah gencar merebut senjata dari kekuasaan Jepang.

Ketika masa tersebut, terjadi ketegangan antara pemerintah RI dan sekutu. Pihak sekutu kemudian menuntut agar seluruh senjata api yang ada di tangan masyarakat (kecuali polisi dan TKR) diserahkan kepada sekutu. Tentara sekutu juga memberikan ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan Kota Bandung. Semua warga Bandung akhirnya menyimpulkan bahwa tindakan tersebut adalah tindakan menyerah tanpa syarat yang tentu saja ditolak oleh warga Bandung.

Seperti halnya dua sisi mata uang, setiap kejadian memiliki sisi cerita yang lain. Pada kasus ini, ultimatum tersebut memiliki arti bahwa tantara sekutu dapat menduduki Bandung dengan mudah. Tidak ingin menyerah, warga Bandung akhirnya melakukan perlawanan dengan membungi hanguskan kota Bandung. Peristiwa inilah yang menjadi titik awal didirikannya Monumen Bandung Lautan Api.

Komandan divisi III Siliwangi yang mampu mengorbankan semangat perjuangan dengan membumi hanguskan Bandung Selatan adalah A.H. Nasution. Setelah membumi hanguskan Bandung Selatan, mereka kemudian bersama-sama meninggalkan kota Bandung. Peristiwa ini menyebabkan dua pejuang meninggal ketika meledakkan gudang amunisi. Kedua pejuang tersebut adalah Muhammad Toha dan Muhammad Ramdan. Nama keduanya kemudian diabadikan sebagai nama jalan di sekitar kawasan Tegal Lega, Bandung.

Monumen Bandung Lautan Api

Tahun 1981, sebuah monument dibangun dan ditempatkan di kawasan Lapangan Tegal Lega Bandung bernama Monumen Bandung Lautan Api. Monumen tersebut dibangun untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut.

Monumen ini dirancang oleh seorang seniman kontemporer yang juga merupakan mantan dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung bernama Sunaryo. Pada puncak monumen ini terdapat bentuk jilatan api yang mengarah ke atas. Monumen tersebut berwarna kuning keemas an seperti api yang menyala. Beberapa pertunjukkan musik juga kerap kali berlangsung di sini. Pada tahun 2017, dilakukan renovasi terhadap kawasan Lapangan Tegal Lega. (Sbg/Vania)

Comments