Bulutangkis
(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Belakangan ini publik dan netizen ramai menyorot kecaman berupa dugaan eksploitasi anak dan iklan rokok yang dilontarkan KPAI terhadap Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum.

Penggunaan kata Djarum pada PB Djarum dan acara audisi dianggap mewakili brand image dari rokok.

Bersama dengan beberapa kementerian dan lembaga negara, termasuk Kementerian PPPA, KPAI mengeluarkan beberapa rekomendasi termasuk mengubah nama audisi bulutangkis itu untuk tidak mencantumkan merek yang dianggap memiliki asosiasi dengan produk rokok.

Hal itu untuk menghindari anak terpapar dari simbol yang terasosiasi dengan produk tembakau.

PB Djarum sendiri merasa jengah. Mereka menyayangkan jika program audisi umum dianggap mengeksploitasi anak.

Dengan tegas PB Djarum mengambil keputusan untuk menghentikan program Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis pada 2020 mendatang.

BACA JUGA: Berniat Ingin Berhenti Merokok? Coba Cara Ini!

Patut Disayangkan

Keputusan ini patut disayangkan.  Sebab, Audisi umum PB Djarum merupakan salah satu ajang pencarian bibit-bibit muda atlet badminton terbesar di Indonesia. Dimulai pada 2006, audisi umum ini digelar setiap tahun hingga 2019 ini.

Sudah banyak atlet jebolan audisi umum PB Djarum yang mengharumkan nama Indonesia. Jebolan terbaik audisi umum PB Djarum sejauh ini adalah Kevin Sanjaya, yang saat ini berpasangan dengan Marcus Gideon di nomor ganda putra.

Kevin, bersama Marcus, saat ini berstatus pebulutangkis ganda putra nomor satu dunia. Kevin/Marcus merupakan andalan Indonesia untuk meraih medali emas di ajang  Olimpiade 2020 mendatang

BACA JUGA: Yuk, Berhenti Merokok

Netizen Kecam KPAI

Keputusan PB Djarum tersebut mendapatkan perhatian dan berbagai respons netizen.

Hari ini Senin (9/9) Twitter telah diramaikan dengan tagar #bubarkanKPAI dan #PBDjarumJanganPamit. Kedua tagar tersebut menempati 10 besar topik terpopuler di Indonesia dengan lebih dari belasan ribu cuitan.

Mayoritas cuitan mengungkapkan kekecewaan terhadap KPAI. Pasalnya, semua tundingan tersebut dinilai tidak berdasar.

Keputusan PB Djarum untuk memberhentikan audisi pun membuat mayoritas warganet bersedih. Pasalnya, gelaran ini telah menghasilkan banyak atlet bulutangkis yang berprestasi di kancah nasional hingga internasional.

Tak hanya di Twitter, warganet di Instagram juga membombardir akun @kpai_official dengan komentar pedas.

BACA JUGA: Inggris dan Amerika Mulai Terapkan Pembatasan Rokok Elektrik

Industri Rokok dan Olahraga di Indonesia

Begitu banyak peristiwa olahraga besar atau kecil yang disponsori oleh industri rokok di Indonesia.Lewat kucuran duit duit miliaran rupiah, Industri rokok mengatrol nama mereka di balik panji olahraga.

Industri rokok dan kegiatan olahraga bagaikan dua dunia yang bertolak belakang. Yang satu membuat sakit masyarakat sementara satunya menyehatkan masyarakat.

Di indonesia sendiri rokok kerap menjadi sponsor kegiatan cabang olahraga.

BACA JUGA: Waspada Penggunaan Vape, Resiko Meledak Hingga Dampak Cairannya

Selain Djarum yang punya sumbangan besar lewat berbagai ajang olahraga, terutama bulutangkis, pabrik rokok lain, Sampoerna, berkiprah di banyak cabang olahraga, sangat populer membiayai invitasi bola voli nasional bahkan Asia, melalui Sampoerna Hijau pro Liga.

Sementara pabrik rokok Gudang Garam tidak ketinggalan. Pabrikan besar yang bermarkas di Kediri ini punya spesialisasi sponsor olahraga bidang otomotif.

Disini banyak orang yang beranggapan kalau rokok yang menjadi sponsor kegiatan olahraga akan menjadi semacam iklan sugesti bagi para pemuda untuk merokok. Inilah yang sekarang terjadi dengan dunia olahraga Indonesia.(Sbg/Rig)

Comments