Menunda kehamilan penting dilakukan di masa pandemi saat ini
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Pandemi covid-19 saat ini rupanya tidak hanya berpengaruh pada sektor kesehatan atau ekonomi, wabah tersebut juga berimbas pada masalah kependudukan yakni tingginya angka kehamilan dan potensi baby boomers.

Berdasarkan riset Badan PBB untuk Dana Kependudukan (UNFPA), bila gangguan layanan kesehatan dan lockdown terus terjadi hingga enam bulan akibat pandemi covid-19, sebanyak 47 juta perempuan diprediksi tak bisa mengakses alat kontrasepsi modern.

Hal ini bisa menimbulkan Konsekuensi, akan muncul 7 juta kehamilan tak diharapkan. Selain itu, jutaan kasus baru kekerasan berbasis gender dan praktik berbahaya lainnya juga bisa terjadi sepanjang krisis saat ini.

Baby boomers muncul pasca Perang Dunia II, yaitu ketika tingkat kelahiran di seluruh dunia melonjak. Selama periode tersebut, AS menjadi salah satu negara yang mengalami ledakan jumlah kelahiran paling besar di dunia.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan terkait tingginya angka kehamilan di masa pandemi ini adalah banyakanya pekerja yang kehilangan pekerjaan atau–kalau masih bekerjmengalami penurunan pendapatan secara drastis.

BACA JUGA: Stay At Home Bikin Hasrat Bercinta Meningkat

Hal ini tentunya bisa berdampak dimana jika para balita atau ibu-ibu hamil tidak bisa mendapatkan masukan gizi, dalam jangka menengah, tentunya akan memengaruhi kualitas SDM di masa depan.

Hal lainnya  yang menjadi alasan untuk menunda kehamilan adalah masalah kenyamanan dan kebersihan agar terhindar dari infeksi virus COVID-19.

Nah ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menunda kehamilan pasangan di masa pandemi saat ini .

1. Kondom

Efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan juga mencapai 98% bila Anda menggunakannya dengan benar.

Bila memutuskan menggunakan kondom untuk menunda kehamilan, ada baiknya kamu menyimpan stok kondom secukupnya selama masa pandemi. Jangan lupa perhatikan masa kedaluwarsanya, ya gaes!

2. Pil

Alat kontrasepsi yang juga efektif untuk menunda kehamilan adalah pil. Pil umumnya mengandung hormon estrogen dan progesteron yang akan menghalangi bertemunya sperma dengan sel telur.

Efektivitas pil untuk mencegah kehamilan menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) bisa mencapai 99% dengan catatan Anda mengonsumsinya dengan benar dan teratur.

BACA JUGA: Menurunnya Gairah Seksual Bisa Mengancam Stabilitas Negara

3. Suntikan

Bila kamu dan pasangan  ingin menunda kehamilan selama masa pandemi cara ini bisa digunakan.  kamu dan pasangan cukup datang ke bidan atau dokter untuk mendapatkan suntikan. Ketika nanti ingin melanjutkan program kehamilan, kamudan pasangan cukup menghentikannya saja.

Efektivitas alat kontrasepsi ini mencapai 94%. Cara kerjanya kurang lebih sama dengan pil, hanya saja caranya dilakukan melalui suntikan. Penyuntikan dilakukan secara berkala, ada yang satu bulan sekali atau tiga bulan sekali.

4. IUD

Cara ini bisa dibilang salah satu yang paling efektif. IUD akan dipasang di dalam rahim tanpa ‘campur tangan’ hormon.

Cocok bagi kamu dan pasangan  yang lebih nyaman menggunakan alat kontrasepsi nonhormonal. Nah, kontrasepsi jenis ini memang lebih cocok digunakan untuk menunda kehamilan dalam jangka panjang.

BACA JUGA: Alat Kontrasepsi Pria Punya Plus Minus, Cek Yuk!

5. Implan

Cara ini bahkan lebih efektif dari IUD. Implan dipasang di bawah kulit di bagian dalam lengan. Implan tersebut mengandung hormon yang akan dilepaskan di dalam tubuh untuk mencegah kehamilan.

So mana dari jenis kontrasepsi diatas  mana sih yang paling cocok untuk kamu dan pasangan gunakan untuk menunda kehamilan di masa pandemi ini? (Sbg/Rig)

Comments