Ilustrasi Mentalitas kepiting
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Begitu banyak orang yang ingin keluar dari situasi sulit akibat pandemi corona ini. Namun sayangnya tak sedikit orang yang iri terhadap mereka yang ingin melakukan perubahan dan malah menahan langkah orang tersebut.

Jika kamu berada dalam situasi demikian inilah analogi istilah crab mentality atau mentalitas kepiting. Gambaran memprihatinkan dimana ketimbang bertahan hidup atau melarikan diri dari kelompoknya, kepiting memilih untuk mati bersama.

Nah, bagaimana mentalitas kepiting bisa hinggap dalam Kehidupan manusia dan apa yang harus kita lakukan jika mengalami kondisi tersebut? simak ulasannya yah gaes.

BACA JUGA: Toxic Positivity, Gaung Penyemangat Busuk di Masa Pandemi 

Contoh Kecl dalam Kehidupan

Mentalitas kepiting mungkin kerap kamu saksikan di dunia nyata ketika beberapa orang dalam suatu kelompok mencoba menjatuhkan orang (yang juga satu kelompok dengan mereka) mengalami kemajuan.

Beberapa contoh perilakunya adalah mengkritik, meremehkan, hingga memanipulasi orang. Mentalitas kepiting mungkin dapat diartikan sebagai: “Jika saya tidak dapat memilikinya, Anda pun tidak bisa.”

Contoh lain dari crab mentality mungkin dapat dilihat saat kamu kuliah  dan teman mengajak untuk tidak ikut kelas tertentu agar mereka tidak membolos sendirian.

Situasi ini tidak jarang membuat Anda kesulitan untuk merasa tulus menghargai pencapaian teman sendiri.

Maka itu, crab mentality menimbulkan perasaan iri melihat kesuksesan orang lain, sehingga mencoba membuat orang tersebut berada di level yang sama.

BACA JUGA: Waspada Bahaya Perilaku People Pleaser Terhadap Karirmu 

Faktor Penyebab Munculnya Crab Mentality

Ada beberapa hal yang menyebabkan fenomena crab metalitas kepiting. Salah satunya,adalah ketergantungan manusia dalam hidup berkelompok.

Umumnya, manusia bergabung satu sama lain untuk memudahkan mereka mencapai tujuan bersama. Sementara itu, hidup berkelompok juga berarti akan ada persaingan dalam hal makanan dan pasangan.

Selain itu mentalitas kepiting dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti cemburu, malu, dendam, harga diri yang rendah, hingga sifat kompetitif. Mentalitas kepiting menghasilkan hubungan yang tidak sehat dalam sebuah kelompok karena tidak akan menguntungkan siapa pun.

Kritik terhadap kesuksesan dan kebahagiaan orang lain tidak akan benar-benar mengangkat Anda ke level yang sama meskipun terasa seperti itu.

Walaupun sindrom ini menghasilkan perasaan positif terhadap orang yang melakukannya, tidak menutup kemungkinan efeknya tidak berlangsung lama. Soalnya, akan selalu ada orang yang lebih kaya, pintar, dan beruntung dari orang lain.

BACA JUGA: Mindfulness, Cara Jitu Mengatasi Suasana Toxic di Kantor 

Menyikapi Mentalitas Kepiting

Mentalitas kepiting ini bisa terjadi kepada siapa saja termasuk dirimu kelompok sosial mana saja. Maka, untuk mengatasinya, paling tidak seseorang harus bisa “menahan diri” dan lapang dada serta ikut bergembira dengan kesuksesan yang orang lain raih.

Salah satu cara untuk mengatasi crab mentality adalah tetap gigih dan berjuang. Pada saat orang lain merasa tindakan yang kamu lakukan salah, kamu sendirilah yang mengetahui apakah itu benar atau tidak.

Kamu nggak perlu mendengarkan semua kritikan ketika melakukan sesuatu terutama jika kritik itu dapat menghambat diri sendiri.

Mentalitas kepiting sebenarnya tergantung dari perspektif setiap orang, bagaimana mereka melihat kesuksesan orang lain dalam bentuk positif atau negatif. Ketika bisa melihat perilaku tersebut sebagai sebuah motivasi, itu berarti kamumembuat kemajuan untuk diri sendiri. (Sbg/Rig)

Comments