Menolong Orang Lain
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Apakah kamu termasuk cowok yang suka menolong orang lain saat mereka sedang dalam kesusahan?

Selain tindakan terpuji  ternyata menolong orang lain tak hanya baik untuk orang yang ditolong, tetapi juga sangat bermanfaat untuk diri kita sendiri. Simak ulasannya Berikut ini

Baik untuk Kesehatan Otak

Menurut penelitian, perbuatan menolong mereka yang tengah berada dalam situasi sulit seperti memberi bagi yang membutuhkan sangat baik untuk otak. Bahkan, orang yang kerap menolong lebih jarang sakit dan berumur lebih panjang.

Penelitian ini adalah inisiatif dari University of Pittsburgh dengan melibatkan 45 relawan. Mereka diberi pilihan melakukan kegiatan yang menguntungkan diri sendiri, membantu teman yang sedang membutuhkan, atau kegiatan sosial.

Berbeda pilihan, berbeda pula hasilnya. Para partisipan yang memilih untuk membantu teman yang sedang membutuhkan menunjukkan ada peningkatan aktivitas di otak yang berfungsi layaknya “reward center”.

Menariknya lagi, bagian otak yang merespons stres lewat peningkatan tekanan darah dan peradangan justru mengalami penurunan aktivitas.

BACA JUGA: Lakukan Kebaikan! Bukan Pamer Kebaikan

Jadi Jarang Sakit

Tak hanya untuk otak, mekanisme menolong orang lain diketahui juga baik untuk kesehatan, terutama dalam jangka panjang.

Para relawan yang terlibat dalam penelitian University of Pittsburgh tahap kedua – dengan jumlah lebih banyak yaitu 400 orang – menjadi lebih jarang sakit.

Manfaat menolong orang lain untuk kesehatan adalah:

1. Meningkatkan kepercayaan diri Lebih peka terhadap kondisi di sekitar

2. Mengurangi perilaku yang berisiko

3. Menghilangkan depresi

4. Mengatasi rasa cemas berlebih

Tak kalah penting, kebiasaan menolong orang lain juga membuat rasa “ketagihan”, ingin terus menerus melakukan hal yang sama.

Dengan banyaknya manfaat dari menolong orang lain terhadap kesehatan diri sendiri, artinya sama saja berinvestasi dengan menolong diri sendiri.

Menolong mereka yang kesusahan mengaktifkan bagian otak yang sama dengan yang biasanya terstimulasi saat mengonsumsi makanan lezat atau bercinta.

Fakta ini diperoleh lewat penelitian dengan teknologi functional magnetic resonance imaging atau fMRI. Saat melakukan hal yang menyenangkan, ada zat kimia di otak yang aktif yaitu endorfin.

Secara psikologis, perilaku baik seperti menolong adalah stimulus produksi endorfin. Ketika seseorang menolong mereka yang sedang membutuhkan, tentu muncul rasa bahagia karena merasa bermanfaat.

Dengan demikian, keinginan untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain akan meningkat agar hidup lebih bermakna.

Namun ada kalanya menolong tidak membuat bahagia. Apa yang salah? Coba telaah dengan beberapa poin berikut ini:

BACA JUGA: Kedengkian Itu Hina dan Merusak Tubuh Manusia

Sudahkah Sesuai Passion?

Jika menolong orang lain tidak menciptakan rasa bahagia, coba cari tahu apakah hal yang dilakukan sudah sesuai dengan ketertarikanmu?

Sangat manusiawi ketika seseorang lebih peduli pada aspek tertentu, dan tidak terlalu peduli pada hal lain.

Ketika menolong mereka yang membutuhkan, cara mana yang paling “memanggil” sehingga bisa dilakukan dengan sepenuh hati.

Sudahkah relakan waktu?

Menolong orang lain tentu memerlukan hal yang lebih berharga ketimbang uang, yaitu waktu.

Ternyata, waktu juga menentukan bagaimana seseorang bisa merasa bahagia saat menolong.  Apakah mendedikasikan waktu seumur hidup, setahun sekali, atau beberapa jam dalam sehari.

Proaktif Bukan Reaktif

Bandingkan menolong saat diajak teman dibandingkan dengan hal yang diinisiasi sendiri.

Tentu yang kedua akan terasa lebih membahagiakan karena sesuai dengan apa yang akan dibantu, selaras pula dengan nilai-nilai dalam diri.

Oleh karenanya, jadilah proaktif bukan hanya reaktif saat menolong.

BACA JUGA: Kesabaran itu Tidak Ada Batasnya, Tak Terhingga Manfaatnya

Lakukan dengan Tulus

Ketulusan saat menolong  juga merupakan pertaruhan apakah kamu akan merasa bahagia sesudahnya.

Jika motifnya kurang tulus seperti demi mendapatkan publikasi, pamor, atau pujian, maka hanya akan menghasilkan perasaan kosong.

Ini artinya, suka menolong bukan melulu berarti mencanangkan acara sosial dengan target perolehan dana fantastis.

Tindakan menolong yang sederhana seperti menahan pintu untuk orang di belakang, membantu lansia menyeberang jalan, atau sekadar memberi pujian selain fisik juga bisa berarti pertolongan besar bagi mereka .

So, sudahkah kamu menolong orang lain hari ini? (Sbg/Rig)

Comments