Tua
samadimd.com/istock

Sabigaju.com – Banyak orang kerap menuliskan jargon menolak tua sebagai ungkapan diri menolak bisa terus semangat dan bergaya seperti layaknya anak muda.

Yup, banyak pria masa kini merasa takut menua meski pada tubuhnya sudah muncul tanda-tanda penuaan. Munculnya kerutan, garis-garis halus, serta beberapa tanda penuaan kulit lainnya memang kerap menjadi momok yang membuat sebagian besar pria menjadi kurang percaya diri.

Penuaan adalah sesuatu hal yang patut untuk disyukuri dan diterima. Dengan begitu, ia tidak perlu lagi merasa tertekan untuk selalu tampak lebih muda.

Nah, kamu harus tahu nih sekeras apapun mulutmu berteriak menolak tua, tubuh pasti menjadi tua melalui sejumlah tahap.

BACA JUGA:  Gaes, Kebiasaan Menonton Film Bikin Kamu Cepat Tua

Tahap Manusia Menjadi Tua

Dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di situs pengetahuan dan kesehatan  Nature Medicine baru-baru ini membuktikan bahwa tubuh kita bertambah tua secara signifikan pada tiga tahap.

Penelitian ini menemukan titik di mana tubuh kita “berganti gigi” ketika bertambah tua, sehingga membantu kita untuk menghindari penyakit terkait usia seperti Alzheimer atau penyakit jantung.

Penelitian yang sama juga menghasilkan prediksi terhadap masa penuaan seseorang menggunakan level protein (preotome) pada darah mereka.

“Dengan menggali sel penuaan yaitu preotome, kami menemukan perubahan terhadap masa hidup seseorang. Perubahan ini sebagai hasil dari protein yang bergerak dalam pola tertentu, menunjukkan tiga gelombang penuaan,” tutur para ilmuwan.

Para ilmuwan menganalisa data berdasarkan plasma darah dari 4.263 responden berusia 18-95 tahun.

BACA JUGA: Lima Kebiasaan Fatal yang Bisa Bikin Cowok Cepat Tua 

Protein dan Proses Menjadi Tua

Para ilmuwan memetakan level pada 3.000 jenis protein yang beredar dalam plasma darah tiap responden.

Sementara level protein pada beberapa usia cenderung konstan, para peneliti menemukan bahwa terdapat kelipatan jumlah protein pada tiga fase yakni adulthood (34 tahun), late middle age (60 tahun), dan old age (78 tahun).

Hal tersebut juga menunjukkan keterkaitan antara protein dalam darah dengan penuaan. “Kami sudah tahu sejak lama bahwa mengukur beberapa protein tertentu dalam darah bisa memberikan informasi tentang status kesehatan seseorang, lipoprotein untuk kesehatan kardiovaskular misalnya,” tutur ahli saraf Tony Wyss-Coray dari Stanford Alzheimer’s Disease Research Center (ADRC).

BACA JUGA: Krisis Paruh Baya Begini Tanda-tandanya

Para peneliti juga telah membuat sebuah sistem, dengan menggabungkan 373 protein berbeda di dalam darah. Maka mereka bisa memprediksi usia seseorang dengan tepat.

Namun studi ini masih bersifat awal. Dibutuhkan studi lanjutan dan mendalam di masa mendatang,  yang  lebih bisa membuka peluang seseorang untuk mengecek penuaan lewat tes darah.

Semakin kita tahu bagaimana proses penuaan, semakin kita bisa mengubah kebiasaan terkait hal tersebut. (Sbg/Rig)

Comments