(Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Acara kumpul keluarga saat Hari Raya Idulfitri selalu memiliki momok tersendiri bagi sebagian orang. Bayangan percakapan basa-basi bernada menyudutkan muncul di ujung kepala bahkan sebelum momen itu tiba. Salah satu contohnya, yakni pertanyaan “Kapan nikah?”

Well, pertanyaan kapan nikah sebenarnya bukan pertanyaan yang sulit dijawab. Masalahnya, orang yang bertanya yang kadang mempersulit. Sudah bertanya, dikasih jawaban yang jujur, eh dia tidak bisa terima jawabannya. Belum lagi jika dilanjutkan dengan membanding-bandingkan sama saudara yang lain, atau ‘ceramah’ seakan dia yang menjalani dan yang paling tahu situasi.

BACA JUGA: Kapan Nikah dan Pertanyaan Lain yang Bikin Kamu Bete di Hari Lebaran

Dalam kondisi seperti itu, pertanyaan ‘Kapan nikah?” yang sebenarnya biasa saja jadi terlihat seperti sumber masalah. Tak jarang kalau banyak yang defensif ketika ditanya seperti itu di tengah acara kumpul keluarga. Nah, sebagai persiapan, buat kamu yang belum berencana menikah dalam waktu dekat, coba kasih jawaban seperti di bawah ini saja kalau ditanya kapan nikah, ya!

“Masih dalam tahap perencanaan, nih. Nanti kalau sudah siap dikabarin, deh.” Ada atau tiada pasangan saat ini, mau sudah sampai hunting vendor atau masih dalam tahap rencana Tuhan si “perencanaan” ini, jawaban demikian sudah cukup jujur, positif, dan realistis.

“Nanti, lagi mau kerja dulu yang rajin sambil nabung buat biaya nikah, nih.” Masuk akal, lho, kalau dibilang lagi nabung buat biaya nikah dulu. Sebab menikah itu butuh biaya yang tak sedikit. Mau berencana berhemat bagaimanapun pasti biaya yang dikeluarkan besar juga. Ya, kecuali kalau keluarga mendukung kamu dan pasangan nikah di KUA saja tanpa resepsi, sih. Nah, kalau jawaban jujur kamu itu dipermasalahkan lagi? Gampang, tinggal bilang, “ya sudah, biayain pernikahan aku lah kalau gitu!” Paling yang nanya langsung diam seribu bahasa.

BACA JUGA: Tradisi Lebaran di Indonesia yang Perlahan Mulai Menghilang

“Belum dalam waktu dekat ini, masih fokus sama hal lain. Doain aja, ya” Seharusnya, yang bertanya padamu menjawab kalimat ini dengan doa-doa baiknya. Kalau yang terjadi malah sebaliknya; dia menasehatimu agar tinggalkan ‘hal lain’ itu dan segera menikah–tanpa bertanya apa hal lain yang kamu maksud dan mengapa kamu mendahulukan hal tersebut, sebaiknya selesaikan percakapan sampai di situ saja. Kamu tak perlu memberi penjelasan panjang lebar bagi orang yang tak benar-benar peduli.

Semoga pertanyaan “kapan nikah?” bisa menjadi pembuka obrolan yang sewajarnya dengan sanak saudara biar momen Hari Raya ini tidak rusak karena basa-basi yang tidak penting. Pokoknya, ingat. Selama mereka bertanya padamu karena peduli, atau memang karena ingin update informasi soal kamu, dijawab saja apa adanya. Jangan sampai baper, ya! (Sbg/Fitri)

Comments