Sabigaju.com – Harus diakui gaya hidup modern kerap menjadi pemicu bagi manusia untuk terus menerus mengonsumsi begitu banyak banyak barang.

Padahal jika dipikir, membeli banyak barang sama saja menghasilkan sampah, apalagi barang sekali pakai. Dan kini sampah yang dihasilkan sudah melebihi dari kemampuan alam untuk menyerapnya.

Tren gaya hidup minimalis menjadi panutan bagi kaum milenial yang ingin mencoba mengurangi segala macam hal yang kurang berguna, terutama dari segi material (kebendaan).

Mereka yang menjalani gaya hidup minimalis merasa hidup mereka lebih tenang dan tak lagi khawatir akan kekurangan di tengah gempuran iklan, layanan, maupun pertemanan yang mendorong seseorang ke arah konsumerisme.

Dengan kata lain, gaya hidup minimalis dapat membuat seseorang menjadi lebih tenang dan merasa berkecukupan.

BACA JUGA: Berani Ikut Tren Gaya Hidup Minimalis?

Tegas antara Kebutuhan dan Keinginan

Hidup minimalis menurut Marie Kondo adalah hidup dengan barang-barang yang hanya bernilai guna untuk diri sendiri serta menghindarkan diri dari barang-barang yang tidak memberikan kontribusi dan nilai tambah untuk kehidupan.

Hidup minimalis
(Foto: Unsplash.com)

Menurutnya, kita selama ini terlalu banyak membeli dan menyimpan sampah di ruangan kita masing-masing. Apa yang kita beli sekarang adalah sampah untuk masa depan.

Yup, Kita kebanyakan membeli keinginan, bukan kebutuhan. Sehingga yang terjadi adalah barang-barang tersebut menjadi menumpuk di ruangan kita masing-masing.

BACA JUGA: Kuy, Bikin Pakaian Kita Panjang Umur Biar Nggak Jadi Limbah

Hidup Minimalis Hentikan Investasi Sampah

Secara Intensitas, kebutuhan manusia dibedakan menjadi tiga tingkatan.

Yang Pertama Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi manusia karena merupakan penunjang kehidupan.

 

Hidup Minimalis
(Foto: Unsplash)

Sementara kebutuhan sekunder adalah kebutuhan manusia yang bersifat mempermudah dan melengkapi kehidupan. Sedangkan kebutuhan tersier adalah kebutuhan akan barang mewah yang dapat membuat seseorang menjadi lebih merasa diakui oleh masyarakat.

Berdasarkan tingkat kebutuhan itulah, kini sudah saatnya bagi kita untuk beralih menjadi generasi minimalis. Hidup dengan sedikit barang namun dipenuhi dengan banyak makna.

Hidup dengan sedikit barang berarti telah membantu bumi kita tercinta untuk terhindar dari ribuan ton sampah masa depan yang semakin kejam merusak bumi yang sudah tak berdaya ini.

BACA JUGA: Waktunya Memulai Gaya Hidup Zero Waste

Hidup Minimalis Bikin Hidup Bermakna

Berbelanja berlebihan, mengonsumsi makanan dan minuman junk food yang berwadah plastik, dan sampah-sampah potensial lainnya. Secara tidak langsung, Hal ini membuat orang melakukan investasi sampah untuk masa depan.

Menahan nafsu untuk tidak ingin berusaha memiliki segala adalah salah satu langkah untuk membuat bumi kita ini terjaga.

Hidup Minimalis
(Foto: Freepik.com)

Walau benda yang kita miliki hanya sedikit, tetaplah merasa cukup. Hidup minimalis akan selalu menjadi pengingat bahwa ini semua sudah cukup.

Hidup kita akan menjadi indah jika tidak fokus dengan benda-benda yang sebenarnya tak berguna dalam kehidupan dan masa depan. (Sbg/Rig)

Comments