Pasangan Muslim harus menjaga keintiman fisik di Bulan Ramadhan
(Sumber: (quraniwazifaforhusband.blogspot.com)

Sabigaju.com – Selain harus menahan makan dan minum, umat Muslim juga harus menahan hawa nafsu keintiman fisik saat puasa selama Bulan Ramadhan. Salah satunya dengan menahan untuk tidak berhubungan badan saat puasa di siang hari.

Keintiman fisik lewat hubungan seks disebut bisa membatalkan ibadah puasa yang dilakukan. Tapi, bukan berarti pasangan suami istri tidak bisa melakukan hubungan badan sama sekali selama Ramadan.

Ada waktu tertentu yang bisa dimanfaatkan untuk tetap menjaga gairah tersebut. Berikut waktu terbaik untuk keintiman fisik suami istri selama Bulan Ramadhan:

BACA JUGA: Stay At Home Bikin Hasrat Bercinta Meningkat

1. Setelah Iftaar

Iftaar atau berbuka adalah makanan yang dimakan ketika seorang Muslim puasa menyelesaikan puasanya selama sehari, khususnya saat matahari terbenam. Seringkali, buah digunakan untuk berbuka puasa oleh umat Islam.

Umat muslim diperbolehkan melakukan keintiman seks hubungan pada  waktu ini.

2. Setelah Salat Tarawih

Salat Tarawih adalah ibadah yang dipatuhi setelah shalat Isha. Di Indonesia tarawih umumnya dilakukan pada pukul 19.00 hingga pukul 21.00.

Sehingga pasangan bisa melakukan keintiman suami istri di ranjang setelah waktu tersebut.

3. Waktu Tidur Normal

Waktu tidur normal dikenal sebagai waktu ketika kebanyakan pasangan berhubungan badan. Di bulan Ramadan, hubungan badan juga diperbolehkan selama waktu ini.

BACA JUGA: Hubungan Seks di Saat Social Distancing

4. Sebelum Qiyaamu-l -Layl

Qiyaamu-l-Layl adalah ibadah yang oleh umat Islam disebut juga Tahajjud. Ibadah ini biasa dilakukan mulai dari pukul 11.00 malam-04.00 pagi. Orang yang mengucapkan doa ini bangkit dari tidurnya. Hubungan badan dibolehkan sebelum Tahajjud.

5. Setelah Qiyaamu-l -Layl

Seperti yang disebutkan di atas tentang Qiyaamu-l-Layl itu, pasangan menikah dapat menikmati hubungan badan selama periode ini sebelum azan Subuh tiba.

Virus corona tidak ditularkan melalui seks

Menurut studi yang dipublikasikan di Journal Fertility and Sterility mengungkapkan kemungkinan menularkan virus corona melalui seks adalah kecil.

Peneliti mencatat bahwa lelaki pengidap Covid-19 parah bisa memiliki viral load yang lebih tinggi sehingga kemungkinan menginfeksi cairan semen. Akan tetapi mereka mengaku belum memiliki jawaban yang pasti hingga kini.

BACA JUGA: Sederet Tanda Cowok yang Hebat di Ranjang 

Meski tak bisa menular melalui seks, virus corona bisa ditularkan melalui aktivitas keintiman fisik lain seperti berciuman. Hal ini disebabkan virus corona bisa ditularkan melalui air ludah dan kontak intim.

Pasangan seks teraman adalah suami atau istri kalian. Memiliki kontak dekat termasuk seks hanya dengan orang-orang dalam lingkungan terkecil membantu mencegah penyebaran Virus Corona.

Nah hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah Setiap orang yang sudah melakukan hubungan seksual mesti bersuci dengan melakukan mandi wajib atau mandi junub untuk membersihkan diri dari hadas besar.

Jangan sampai keintiman fisik tersebut melalaikan dari ibadah di Bulan Ramadhan.(Sbg/Rig)

Comments