Jason Ranti
Bagi Jason Ranti, ada realita sosial yang lebih penting dari sekadar mengglorifikasi perasaan rindu lewat lagu. (Foto: Instagram departemen.penerangan)

Sabigaju.com – Salah satu musisi indie yang kini tengah ramai dibicarakan oleh para penggemar musik adalah Jason Ranti yang akrab dipanggil Jeje atau Jeje Boy.

Musisi asal Tangerang ini sukses merilis album solo pertamanya yang berjudul “Akibat Pergaulan Blues” pada tahun 2017 lalu. Jeje merupakan pentolan dari grup Starway to Zinna. Kini ia lebih memilih bersolo karier.

Gaya bicara Jason Ranti yang eksentrik dan lugas tak jauh berbeda dengan lirik lagu-lagu folk miliknya. Yup, melalui gitar akustik dan harmonika, tempo dan nada-nada yang tidak stabil, laki-laki 32 tahun ini seakan sedang meracau. Terkadang, dia bernyanyi seraya berbisik-bisik, berteriak, cepat, dan lambat.

Sebagai musisi solo, senjata pamungkas Jason bukan terletak dari kemampuan bermain gitar yang rumit dan atraktif, bukan pula rangkaian nada yang terdengar begitu teduh. Tetapi pada kekuatan lirik.

Jason Ranti merangkai sebuah lagu seperti sebuah perjalanan yang kaya makna. Menampar keras pipi kita bahwa ada realita sosial yang lebih penting dari sekadar mengglorifikasi perasaan rindu lewat lagu. Rangkaian lirik yang dirakit Jason terdengar jujur, lugas, kritis, juga slebor.

BACA JUGA:

 

Pernah Disebut Dajjal

Beberapa lirik lagunya Jason dianggap menabrak-nabrak pemahaman dan ideologi berbagai kelompok. Sepertinya gaya penulisan lirik tersebut sengaja ia pakai agar bisa bebas membungkus sindiran tajam.

Jason Ranti
(Foto: Instagram departemen.penerangan)

Lagu Bahaya Komunis dalam album Akibat Pergaulan Blues membuat penyanyi solo ini ramai dibicarakan.

Lagu tersebut bahkan masuk dalam daftar nominasi Anugerah Musik Indonesia 2017. Dengan gaya satire, Jason lugas bercerita tentang kekhawatiran berlebihan sebagian orang akan bangkitnya paham komunisme.

Sementara pada Lagu berjudul Kafir, Jason Ranti pun tak kalah pedasnya. Jason menyindir kelompok yang ia sebut berjalan dengan sejuta ancaman dan pikiran seragam kepada minoritas. Namun Jason sendiri tidak mau mengklaim lagunya itu sebagai kritik sosial.

Atas karya-karya yang dirilisnya, Jason Ranti pernah disebut sebagai dajjal oleh orang yang tak dikenalnya. Dajjal sendiri identik dengan kiamat.

Lirik dan Ambisi Tak Ingin Terkenal

Jason Ranti
(Foto: Instagram departemen.penerangan)

Bagi Jason yang merupakan alumnus dari Jurusan Psikologi Universitas Atmajaya itu, menyusun lirik serupa menyusun kolase.

Dia tidak harus berjam-jam berdiam diri atau pergi menjauh dari keramaian hanya untuk menulis lirik. Baginya ide dan lirik bisa dia temukan di mana saja.

Kini, Jason Ranti nyaman menjadi musisi yang apa adanya. Dirinya tidak pernah memiliki ambisi untuk menjadi terkenal.

Ia menilai apa yang dilakukannya selama ini bukanlah bernyanyi, melainkan berdakwah dengan tidak membawa pesan moral. Bagi Jason, dirinya adalah pendakwah kebangsatan, (Sbg/Rig)

Comments