(Foto: pixabay.com)

Sabigaju.com – Apakah Anda adalah seseorang yang ingin mencoba menurunkan berat badan? Pernahkah terlintas bahwa melakukan sesuatu yang dianggap iseng seperti mengunyah permen karet ternyata mampu menurunkan berat badan Anda?

Mengunyah permen karet bisa jadi bukanlah sebuah kebiasaan yang paling bergizi. Tetapi, menurut sebuah penelitian terbaru, mengunyah permen karet sambil berjalan rupanya dapat membantu Anda membakar lebih banyak lagi kalori. Dengan demikian, otomatis Anda pun memiliki kesempatan untuk menurunkan berat badan Anda.

BACA JUGA: Diet Pisang, Diet Kekinian untuk Turunkan Berat Badan

Penelitian tentang Mengunyah Permen Karet

Diterbitkan dalam The Journal of Physical Therapy Sicence, menurut sekumpulan peneliti dari Universitas Waseda Tokyo, mengunyah permen karet dan berjalan mampu meningkatkan detak jantung bagi pria maupun wanita. Mereka kemudian membagi 46 volunteer berusia 21 hingga 69 tahun ke dalam dua kelompok.

Satu kelompok akan mengunyah dua permen ukuran berbeda sambil berjalan dengan kecepatan normal selama 15 menit. Sedangkan kelompok kedua akan berjalan selama 15 menit pula tapi menelan bubuk yang mengandung bahan sama dengan permen karet (tidak berbentuk permen).

Kedua kelompok memiliki detak jantung yang dipantau begitupun dengan jarak perjalanan dan irama berjalan. Selain itu, para peneliti juga menghitung berapa banyak energi yang dikeluarkan dengan membandingkan massa tubuh dan kecepatan berjalan rata-rata.

BACA JUGA: Yuk Kenali Lebih Jauh Diet Intermittent dan Pro Kontra-nya

Detak Jantung Meningkat Signifikan Saat Berjalan dan Mengunyah Permen Karet

Setelah menghitung data, para ilmuwan kemudian menemukan fakta bahwa rata-rata detak jantung perempuan dan laki-laki akan meningkat secara signifikan ketika berjalan dan mengunyah permen karet. Para peneliti kemudian berpikir bahwa peningkatan denyut jantung sangat berkaitan erat dengan sinkronisasi jantung, sebuah mekanisme yang menyinkronkan irama jantung dan ritme gerakan alami seseorang.

Profesor Miyashita mengemukakan bahwa signifikansi fisiologis CLS diyakini timbul dari peningkatan aliran darah maksimum ke otot aktif, pengurangan afterload jantung dan peningkatan volume sistol yang menyertai aliran balik ke vena. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permen karet meningkatkan denyut jantung dan CLS mungkin menyebabkan peningkatan fungsi fisik ketika seseorang tengah berjalan kaki. (Sbg/Van)

Comments