Kurt Cobain saat tampil bersama Nirvana dalam konser MTV Unplugged. di Kota New York pada tahun 1993. (Foto: MTV)
Kurt Cobain saat tampil bersama Nirvana dalam konser MTV Unplugged. di Kota New York pada tahun 1993. (Foto: MTV)

Sabigaju.com – Sebelumnya dalam tulisan pertama sudah disinggung tentang bagaimana sudah lebih dari 20 tahun setelah kematian Kurt Cobain, hal itu tetap menjadi misteri. Setidaknya untuk para fans yang tidak percaya jika dirinya melakukan bunuh diri.

Walaupun hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian Seattle mengemukakan bahwa kematian Kurt Cobain lantaran tindakan bunuh diri. Namun masih ada sejumlah skenario yang membuat fans Nirvana yakin bahwa pria kelahiran 20 Februari 1967 itu tewas akibat dibunuh.

Berikut  lanjutan beberapa teori konspirasi seputar kematian Kurt Cobain yang Sabigaju rangkum dari berbagai sumber.

3. Courtney Love dan pengasuh anaknya ingin membunuh Kurt Cobain

Tom Grant, seorang detektif swasta, juga pencinta teori konspirasi. Menurut dia, kasus kematian Kurt ini harus diseldiki ulang. Grant sering kali berkoar-koar tentang ketidakjelasan di seputar kematian Kurt. Film ‘Soaked In Bleach’ bisa jadi buktinya.

Grant disewa Courtney pada 3 April 1994, atau tiga hari setelah Kurt menghilang dari sebuah pusat rehabilitas di Los Angeles. Dia berkeyakinan bahwa Courtney dan pengasuh anak mereka—Michael Dewitt—berkonspirasi membunuh Kurt. Ketika Kurt “menghilang”, Grant memeriksa rumahnya di Lake Washington pada 6 April dimana Kurt ditemukan telah tewas tak bernyawa.

Saat itu, dia tidak menemukan jenazah Kurt karena dia berada di rumah kaca di atas garasi. Tapi, di hari berikutnya, ketika Grant kembali ke rumah itu, dia menemukan surat aneh dari Michael di tangga utama yang sebelumnya tidak ada.

“Saya tidak percaya kamu bisa berada di rumah itu tanpa sepengetahuan saya. Kamu itu brengsek karena tidak menelepon Courtney,” tulis Grant di situsnya. “Saya merasa catatan itu dimaksudkan agar saya yang menemukannya, bukan Kurt. Surat itu sepertinya tipu-tipu.”

4. Heroin dan Valium Sebelum Kematian Kurt Cobain

Saat kematian Kurt Cobain, ditemukan heroin dengan dosis sangat tinggi di tubuhnya. Hal itu pula yang menimbulkan pertanyaan besar dari detektif  Max Wallace yang menyelidiki kasus tersebut.

“Ahli patologi forensik yang bicara pada kami mengatakan, tidak mungkin orang itu bisa menyuntikkan dosis tinggi heroin ke darahnya lalu menggulung lengan bajunya, mengenyahkan perlengkapan narkoba itu mengambil senapan dan menembak sendiri dirinya. Dia pasti sudah tewas dalam beberapa detik,” ujar detektif partikelir Max Wallce yang bekerja dengan Grant kepada Matt Lauer pada 2012.

Dalam buku yang ditulisnya bersama Ian Halperin yang berjudul ‘In Love and Death: The Murder of Kurt Cobain’, diterbitkan pada 3 April 2004, mereka percaya seseorang telah memberikan sejenis bubuk kepada Cobain, kemudian menunggu Kurt menghisap bubuk tersebut hingga berfantasi dan akhirnya melepaskan tembakan.

Tidak ada tanda atau sidik jari yang tinggal pada pistol Kurt Cobain. Namun hasil penyelidikan kematian Kurt Cobain mendapati kemungkinan sekurang-kurangnya ada 3 orang berada bersamanya di kamar itu sebelum Cobain tewas.

5. Kurt Cobain Masih Hidup dan Menikmati Kehidupan

Teori konspirasi lain mengatakan cerita kematian Kurt Cobain hanya sebuah rekayasa. Cobain dikatakan masih hidup dan menikmati kehidupan di luar negara yang membesarkannya, Amerika Serikat.

Hal ini diperkuat dengan sejumlah kesaksian dari sejumlah orang yang pernah melihat kehadiran sosok vokalis Nirvana tersebut berjalan-jalan di kawasan Rio De Jenario, Brasil dan Paris.

Selain itu. Cobain juga pernah terlihat di Disobey Club, di London, dipanggung-panggung theater serta di Festival Hackney Homeless.

Selain itu, salah seorang fans bahkan pernah menyatakan menjumpai Cobain tengah berbelanja di supermarket Kwik Save, kota Canning, Inggris. (Sbg/Rig)

Comments