Aksi Demonstrasi
(Foto: Instagram jeg.bali)

Sabigaju.com – Aksi demonstrasi mahasiswa kembali digelar hari ini Selasa (24/9) di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta. menentang pengesahan sejumlah RUU yang dinilai tidak memenuhi rasa keadilan terhadap rakyat.

Aksi demonstrasi adalah hal yang lazim dalam negara demokratis seperti Indonesia,Hal itu diperbolehkan asal memenuhi syarat-syarat dalam aturan yang berlaku.

Para mahasiswa mengorbankan waktu kuliah, uang mereka dan dengan semangat berkumpul di satu tempat untuk menyuarakan tuntutan yang sama.

Timbul Pertanyaan, Adakah hal lain yang memicu mereka melakukan hal tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

BACA JUGA: Jaga Kedamaian, Ricuh di Jakarta Jangan Terulang

Tiga Hal yang Memicu Demonstrasi

Dalam sebuah penelitian bertajuk Missing in (Collective) Action: Ideology, System Justification, and the Motivational Antecedents of Two Types of Protest Behavior, yang dilakukan sejumlah psikolog yakni John T. Jost, Julia Becker, Danny Osborne, and Vivienne Badaan  ada tiga hal yang dapat memicu seseorang turut serta dalam demonstrasi

Yang pertama adalah kemarahan pada ketidakadilan yang dirasakan, kedua adalah identifikasi sosial, dan ketiga kepercayaan tentang keefektifan kelompok.

“Tindakan kolektif [demonstrasi] lebih mungkin terjadi ketika orang memiliki minat yang sama, merasa kehilangan, marah, dan percaya bahwa mereka bisa membuat perbedaan, dan mengidentifikasi dengan kelompok sosial yang relevan,” tulis penulis studi John T. Jost,

Sayangnya studi psikologis ini tidak memperhitungkan faktor ideologi yang mungkin memotivasi atau mencegah orang terlibat dalam demonstrasi

BACA JUGA: 

Upaya Merebut Hak Lewat Aksi Demonstrasi

Pandangan lain di kemukakan oleh psikolog dan penulis Farouk Radwan yang mengungkapkan bahwa demonstrasi ataupun protes dilakukan untuk mendapatkan kembali hak  orang dan menentang apapun yang mereka tidak suka.

Lewat demonstrasi mereka bisa memaksa para diktator alias penguasa lalim untuk turun dari kursi kekuasaan mereka. Dan protes ini terkadang bisa menimbulkan sifat anarkisme.

Namun Farouk Radwan memandang kalau tidak semua orang yang turut dalam sebuah aksi demonstrasi lantaran alasan yang sama.

BACA JUGA: 

“Meskipun banyak orang yang ikut dalam demonstrasi untuk mendapatkan kembali hak mereka, sebagian besar oran punya alasan yang berbeda.  10 orang yang ikut dalam aksi demonstrasi bisa memiliki 10 alasan berbeda.” tulisnya.

Hal ini menunjukan, banyak orang memprotes untuk memenuhi kebutuhan psikologis Dan dengan cara itu mereka percaya bisa mendapatkan kembali hak-hak mereka.

So, Kamu punya alasan apa  kalau ikut aksi  demonstrasi? (Sbg/Rig)

Comments