Sabigaju.com – Sabtu kemarin (24/3), umat Katolik di Flotim sibuk mempersiapkan daun palem untuk merayakan Minggu Palma. Ya, pada hari ini, umat Katolik tengah merayakan Minggu Palma demi mengenang Yesus yang saat itu tengah masuk ke Yerusalem sebelum penyaliban.

Pada hari ini pun, Minggu Palma di Timika tampak begitu ramai. Umat Katolik Timika memadati gereja dengan membawa daun palem. Pada pukul 07.00 WIT tadi, upacara pemberkatan pun dimulai oleh seorang uskup hingga dilanjutkan perarakan ke dalam gereja.

Perayaan, yang juga disebut sebagai pembuka pekan suci ini jatuh pada hari Minggu sebelum sebelum Yesus disalibkan. Umat diajak bersuka cita untuk menyambut Yesus di Yerussalem. Akan tetapi, kisah sengsara Yesus juga tak bisa lepas dari perayaan Minggu Palem ini.

Ilustrasi: Wikipedia

Itu sebabnya, perayaan biasanya akan ditandai dengan pembacaan kisah sengsara Yesus Kristus yang diambil dari Injil Markus. Di sinilah umat merenungkan kisah sengsara Yesus sebagai pengorbanan-Nya demi umat.

Liturgi Minggu Palma juga dimulai dengan berkat dan penumpanan tangan pada daun palem. Setelah itu, sesi pembacaan surat dalam Alkitab dan Khotbah singkat diberikan oleh sang Imam.

Mengapa daun palem?

Daun palem memang identik dengan perayaan Minggu Palma. Daun ini memiliki makna kemenangan. Daun palem dipakai untuk menyatakan kemenangan martir atas kematian. Warna hijau pada daun juga memiliki makna musim semi di atas musin salju, yang artinya kehidupan atas kematian. Hijau yang merupakan warna campuran dari kuning dan biru juga sebagai lambang amal dan registrasi pekerjaan jiwa yang baik.

Daun palem yang telah diberkati biasanya akan dibawa pulang dan dipasang di rumah sebagai tanda umat siap memasuki Paskah. Setelah itu, daun dibakar pada tahun berikutnya untuk digunakan sebagai abu dalam peringatan Rabu Abu. (sbg/Dinda)

Sumber: Tirto, Antara, Tribun

Comments