Ilustrasi Fetish
(Foto: Unsplash.com)

Sabigaju.com – Fetish atau dalam bahasa medis fetisisme mungkin udah sering banget kamu dengar. Fetish-nya si A adalah kaki perempuan, fetish-nya si B bau jempol dan lain-lain.

Mungkin kamu mengenal fetis hanya sebatas fantasi. Betul bahwa beberapa di antaranya memang punya fetish yang aneh.

Kamu juga mungkin dengan bangga mengungkapkan bahwa kamu punya fetish terhadap sesuatu. Kamu merasa punya fantasi seksual yang seksi hingga kamu meminta pasangan memenuhi fetish kamu ini.

BACA JUGA: Audio Porn, Layanan Kisah Erotis yang Tengah Laris Manis 

Wajar atau Kelainan Seksual

Tapi kamu tahu enggak sih, fetisisme ini sebetulnya adalah kelainan?Yupy, fetisih adalah gangguan paraphilic yang menyebabkan seseorang memiliki ketertarikan seksual pada beda atau bagian tubuh di luar stimulasi secara genital.

Tak hanya itu, fetisisme juga mayoritas diidap oleh pria!Apa penyebabnya?

Biasanya fetisisme berasal dari ketakutan akan penolakan dan penghinaan orang lain. Mereka yang mengidap ini punya dorongan seksual kepada benda mati untuk melindungi dirinya dari perasaan ditolak.

Namun beberapa lainnya juga disebabkan oleh kondisi saat awal pubertas. Gangguan ini berkembang dari pengalaman mereka ketika masih anak-anak dan saat melakukan mastrubasi.

Nah kalau kamu punya fetis juga, kamu tak perlu cepat-cepat khawatir. Karena pasalnya, kelainan seksual ini bisa kok disembuhkan.

Sebetulnya, fetisisme sejauh ini tidak membahayakan. Bisa dikategorikan bahaya adalah ketika menganggu aktivitas seseorang dalam berkegiatan sehari-hari. Membuat seseorang terganggu konsentrasinya terhadap aktivitas yang harus dijalankan sehari-hari.

BACA JUGA: Poligami Diam-diam dan Pelecehan Seksual di Masa Pandemi

Mengobati Fetish

Nah, biasanya masalah kelainan seksual  ini bisa diobati dalam jangka panjang.  pengobatan tersebut bisa dalam bentuk terapi kognitif dan pengobatan.

Pengobatan tersebut pun bisa mmembantu kamu untuk mengurangi pemikiran kompulsif sehingga bisa berkonsentrasi pada proses konseling.

Tak hanya itu, pengidap juga bisa diberi obat yang benerkan kadar testosteron secara sementara. Ini bisa mengurangi frekuensi pencitraan mental yang dapat membangkitkan gairah seksual.

Nah, coba diingat baik-baik. Jika kamu punya gangguan fetish, apakah itu mengganggu aktivitas kamu? Atau, apakah kamu terganggu dengan fetis yang kamu punya? Kalau iya, buruan deh kamu konseling supaya cepet sembuh. (Sbg/Dinda)

Comments