Sabigaju.com – Bercerai adalah hal yang berat bagi siapapun, terutama anak yang terkena dampak dari perpisahan kedua orangtuanya. Banyak pasangan yang akhirnya ‘mengorbankan’ kebahagiaan anak dengan menjalani kehidupan pasca perceraian seperti dua kubu yang bermusuhan. Berikut tips mengasuh anak dengan mantan pasangan kamu, terutama saat kalian ingin menjadi orangtua yang dekat dengan anak pasca bercerai tanpa membuatnya merasa jadi korban.

  1. Perceraian Bukanlah Permusuhan.Berpisahlah dengan damai dan dewasa dengan pasanganmu. Mungkin butuh beberapa lama untuk bisa menerima keadaan dan kehadirannya sebagai orang yang bukan lagi pasanganmu. Namun untuk seorang anak, sosok yang dibutuhkan tetaplah harus terdiri dari Ibu dan Ayah. Beberapa anak juga butuh waktu lama untuk menerima kenyataan bahwa keluarganya tidak lagi utuh. Namun dengan kerjasama yang baik sebagai orang tua dengan mantan pasanganmu, anakmu tidak akan terlalu tersakiti dengan keadaan orang tuanya. Tawarkanlah bantuan emosional dan moral yang dibutuhkan anak sambil memberikan pengertian bahwa orang tuanya tidak lagi bersama. Diskusikan dengan mantan pasangan, kira-kira seperti apa metode dan perjanjian yang akan kalian terapkan kepada sang anak.
  2. Utamakan Kualitas Kebersamaan, Bukan Kuantitas. Kedekatan dengan buah hati ditentukan dari seberapa dalam dan berkualitas waktumu yang dihabiskan dengannya. Kualitas kedekatan tersebut juga tidak selalu ditentukan dengan berapa lama, namun apa dan bagaimana kamu menghabiskan kebersamaanmu dengannya. Terkadang jumlah hari yang dibagi antara pasangan yang sudah berpisah tidak seimbang, terutama jumlah hari dalam seminggu adalah ganjil. Namun dari jumlah hari yang kamu miliki dengan anakmu, bisa kamu maksimalkan dengan memilih kegiatan bersama yang mendekatkan kalian. Ajaklah anak ke tempat yang ia suka atau tempat baru dan banyak berkomunikasi dengannya. Semakin banyak kamu tau pikirannya, semakin kamu akan mengerti perasaan dan keinginannya. Jangan lupa berbagi juga porsi ceritamu dengannya supaya ia belajar dewasa dan mulai paham sudut pandang baru dari orang lain.
  3. Bersiaplah Merasakan Upaya Anak Merekonsiliasi Keadaan Orang Tua. Beberapa anak ada yang sadar dan cukup cerdas untuk mencoba ‘memperbaiki’ hubungan orang tuanya. Beberapa orang tua kadang tidak sadar apa yang anak lakukan adalah perwujudan keinginan pribadinya untuk melihat orang tuanya bersama lagi. Bersiaplah mendengar cerita apapun dari sang anak tentang mantan pasanganmu. Persiapkan hati yang netral dan pikiran yang jernih saat ceritanya mulai menyentuh emosi atau perasaanmu. Termasuk jika ternyata ceritanya tentang mantan pasanganmu adalah betapa terlihat bahagianya ia tanpa dirimu atau dengan orang baru. Jadilah pendengar yang baik dan suportif terhadap sudut pandang anak dengan menghormati pikirannya.
  4. Habiskan Waktu Dengan Dirimu Sendiri. Ambillah beberapa jam atau hari untuk dirimu sendiri, untuk berpikir dan menikmati kesepian. Bagi beberapa orang, kesedihan dapat disembunyikan dengan baik, dan beberapa lainnya sulit untuk terlihat baik-baik saja pasca perceraian. Bagi anak yang menjadi bagian dari perpisahan orang tuanya, penting untuk tetap tau orang tuanya baik-baik saja. Ide bagus jika kamu bisa mengajak teman-teman lamamu untuk tetap bersama denganmu dan anakmu. Dengan kehadiran mereka, anak tidak merasa orang tua mereka sendirian, dan merekapun merasa tidak kehilangan orang yang peduli padanya.
  5. Berteman dengan Kekasih Baru dari Mantanmu. Tidak perlu dalam konteks yang sangat dekat hanya karena tidak mau kehilangan citra orang tua di mata anak. Berhubungan baik dengan kekasih atau pasangan baru dari mantan pasanganmu sangat berguna bagi sang anak. Saat kalian dekat, kamu bisa menyampaikan kekhawatiran dan harapanmu tentang anak. Jangan merasa bersaing dengannya karena tidak akan ada yang bisa menggantikanmu di hati anakmu. Saat ternyata ia terlihat lebih baik darimu sekalipun, jangan tunjukkan atmosfer persaingan, terutama di depan anak. Alih-alih, jadilah panutan yang baik bagi anakmu untuk menerima keadaan dan selalu tenang dalam berbagai keadaan.

Satu kesedihan setelah perceraian harus ditambah satu lagi dengan melihat sang anak jauh dari orang tuanya. Tapi kesulitan ini bisa dihadapi jika mau mau dan bisa berpikiran jernih dan bersikap dewasa. Pada akhirnya, setiap orangtua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. (sbg/Novel)

Sumber foto: Igor Ovsyannykov on Unsplash
Comments