Penyebaran Hoax

Sabigaju.com – Belakangan  banyak orang yang masih saja termakan hoax meski sejumlah media sosial  mulai menerapkan fitur anti hoax

Informasi yang bersifat hoax menyebar dengan cepat baik melalui saluran media sosial maupun grup di aplikasi chatting, misalnya WhatsApp, BlackBerry Messenger, dan masih banyak lagi..

Siapa hampir terjebak mengikuti isnis dengan sistem piramid? Siapa yang suka sekali dengan cerita horor dan bencana alam? Siapa yang mudah tergiur dengan teori konspirasi yang belum tentu benar?

Mengapa banyak orang yang mudah termakan hoax f meski kebenarannya belum dapat dipastikan?

BACA JUGA: Upaya Facebook dan Instagram Mencegah Penyebaran Hoax

Penjelasan Ilmiah

Ada penjelasan  yang sudah dibuktikan secara ilmiah mengapa  begitu banyak orang mudah termakan hoax.

Salah satunya adalah Barnum effect. Efek Barnum adalah fenomena psikologis ketika seseorang menganggap akurat deskripsi mengenai diri mereka yang seolah dibuat khusus. Padahal deskripsi ini sebenarnya sangat umum dialami semua orang.

Misalnya adalah pernyataan seperti ini: “Kamu pasti seseorang yang suka dengan perubahan. Kamu tidak suka dibatasi.”

Pada hakikatnya, manusia memang seseorang kerap merasa bosan dan tak suka dibatasi. Nah, fenomena psikologis ini pada akhirnya dimanfaatkan untuk pemasaran bisnis. Jadi enggak heran kalau kamu akhirnya kepincut beli barang karena salesnya mengatakan, ini cocok banget untuk kepribadian kamu.

Kemudian orang juga cenderung akan merasa aman ketika mendengar kabar mengerikan. Mereka biasanya membandingkan keselamatan mereka, misalnya ketika mendengar kabar bencana alam.

Tapi, bukan berarti kemudian kita adalah orang pendengki. Secara tidak sadar, kita bisa merasa bersyukur bisa merasa aman di kala orang harus merasa kesulitan.

Ketika melihat orang kesakitan, kita juga akan cenderung meyakinkan diri soal keselamatan kita. Ini biasanya merupakan suatu bentuk pelarian emosional kita.

BACA JUGA: Bahayanya Gaya Hoak Kekinian Ala Pseudosains

Banyak Masalah membuat Orang Mudah Termakan Hoax

Hal lainnya yang membuat orang bisa termakan hoax adalah  adalah adanya faktor kesulitan atau masalah yang pernah dihadapi seseorang.

Sebuah riset dari University Of Leicester 2006 mengungkap bahwa tragedi yang pernah terjadi atau sedang dihadapi seseorang berdampak pada sejauh mana risiko mereka akan tertipu.

BACA JUGA:  Bau Dusta di Balik Berita Wanita yang Rela Operasi Plastik 50 kali 

Misalnya saja penyakit atau cedera, perceraian orangtua, kematian kerabat, masalah di kantor, korban bully atau intimidasi.

Tentu ini kontra pada sebuah pernyataan bahwa sesuatu buruk yang telah terjadi akan membuatmu lebih kuat, tapi ternyata malah membuat peluang besar kamu bakal sering tertipu.

Tapi apapun itu,  baiknya kamu tidak termakan hoax dan mencoba mencari faktanya ya. It means all depends on you, guys! (Sbg/Dinda)

Comments