Masker N95
(Sumber: YouTube)

Sabigaju.com – Merebaknya virus corona asal Wuhan, Cina, rupanya membuat masker menjadi barang paling banyak dicari orang-orang. Masyarakat berbondong-bondong membeli masker N95 untuk stok kebutuhan pemakaian.

Di Indonesia, meski tidak terpapar virus mematikan ini, harga masker ini menjadi langka dan melonjak tinggi. Masker N95 jadi yang paling mahal.

Harganya mencapai Rp 1,3 juta per box. Sebelum maraknya virus corona, harga masker ini hanya dibanderol Rp 200 ribu per box.

Masker N95 sendiri merupakan produk import buatan Cina. Terjadinya kelangkaan Produk ini terjadi lantaran saat ini Cina tengah menutup ekspor ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Lantas, apa sebenarnya keistimewaan masker ini dan apa bedanya dengan masker biasa terhadap merebaknya virus corona?

BACA JUGA: Rasisme Dibalik Merebaknya Virus Corona, Sungguh Ironis

Tebal

Menurut ulasan yang dimuat dalam situs Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat( FDA), masker N95 adalah salah satu jenis masker untuk melindungi diri dari virus atau polusi di udara yang memiliki kualitas premium.

Dalam satu lembar masker N95, ada banyak lapisan (ply) untuk mencegah masuknya kuman, debu, hingga virus berbahaya yang berada bebas di udara.

Memblok Virus

Meski lapisannya lebih tebal, tapi bahannya lembut. Jika dipakai dengan benar, tidak akan susah bernafas.

N95 adalah alat pelindung pernapasan yang memiliki kemampuan untuk memblok setidaknya 95% partikel kecil.

BACA JUGA: Pelajaran Penting dari Merebaknya Virus Corona

Dirancang Sesuai Bentuk Wajah

Masker N95 biasanya berwarna putih ini dirancang semirip mungkin dengan bentuk wajah dan sangat efisien dalam menyaring partikel udara.

N95 akan melekat erat sehingga bisa melindungi lebih efektif daripada masker wajah.Masker ini sangat pas digunakan ketika kita sedang bekerja atau berada di kerumunan.

Selain dipakai secara umum, masker ini banyak digunakan di lingkungan pekerjaan proyek infrastruktur.

BACA JUGA: Agar Imun Tetap Bagus Saat Musim Hujan, Begini Caranya

meski memiliki berbagai keunggulan,  N95 tidak dirancang untuk anak-anak atau mereka yang memiliki rambut pada wajah mereka.

Hal ini karena ketika digunakan, kemungkinan tidak akan menutupi wajah secara maksimal dan N95 tidak akan memberikan perlindungan secara penuh.

Selain penggunaan masker untuk mengantisipasi  virus corona, Kementerian Kesehatan Indonesia menghimbau masyarakat luas agar menjaga kesehatan dan disarankan untuk mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan bila sakit serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat termasuk cuci tangan pakai Sabun. (Sbg/Rig)

Comments