Bercinta
sejak dahulu hingga kini bercinta selalu jadi topik menarik, terutama menilik unsur ilmiah yang melatarbelakangi perasaan yang muncul karenanya.(Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Sejak dahulu hingga kini bercinta selalu jadi topik menarik, terutama menilik unsur ilmiah yang melatarbelakangi perasaan yang muncul karenanya. Lantaran itulah,  banyak ilmuwan meneliti berbagai aspek dari hubungan intim dua manusia.

Ada penelitian yang menunjukkan betapa tingginya frekuensi bercinta meningkatkan kebahagiaan secara umum.

Bahkan ada yang menyimpulkan berhubungan seks setiap pekan lebih membahagiakan ketimbang mendapat pemasukan tambahan sebesar US$50 ribu per tahun.

BACA JUGA: Jangan Memaksa Istri Bercinta kalau Enggak Mau ini Terjadi! 

Faktor yang Bikin Seks Bahagia

Nah, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Personality and Social Psychology Bulletin mengemukakan gagasan lain.

Dalam hal hubungan seks, yang membuat seseorang bahagia bukanlah persetubuhan melainkan apa yang dilakukan sebelum, selagi, dan sesudahnya.

BACA JUGA: Kok Dia Suka Pipis saat Bercinta? Kenali Penyebabnya 

“Kami membuktikan alasan penting bahwa seks diasosiasikan dengan kesejahteraan karena meningkatkan kemesraan dengan pasangan,” jelas salah satu penulis riset Anik Debrot. “Itu mengapa, kualitas ikatan dengan pasangan merupakan hal penting untuk memahami keuntungan dari hubungan seks,” lanjut Debrot.

Setelah melihat kembali angka dari hasil riset, periset menyimpulkan bahwa hubungan antara seks dan kebahagiaan secara umum tergantung pada sentuhan dan kemesraan.

Artinya, ketika para peneliti memperhitungkan sentuhan dalam model prediksi mereka, hubungan antara frekuensi seks dan kepuasan hidup jadi tidak signifikan.

Hasil ini ditemukan sama, walau diuji pada pasangan berbeda baik dari segi usia, durasi dan status hubungan.

BACA JUGA: Depresi Pasca Bercinta Mungkin Kamu Mengalami Post-Sex Blues 

Gunakan Diary

Untuk penelitian lain Debrot dan tim menggunakan pendekatan buku harian. Para partisipan diminta mencatat perasaan, aktivitas mesra dan hubungan seksual dalam sebuah gadget sepanjang hari, selama beberapa hari.

Lewat eksperimen terakhir ini menunjukkan bahwa pada hari-hari dimana mereka bercinta mereka merasa lebih mesra. Suasana hati pun jadi lebih positif sesaat setelah, bahkan berjam-jam setelah berhubungan seks.

BACA JUGA: Enam Hal yang Bikin Gaya Bercinta Misionaris Paling Romantis 

Lewat eksperimen ini periset dapat membuktikan bahwa seks mendukung emosi positif, namun hal ini tidak berlaku sebaliknya, emosi positif tidak meningkatkan kemungkinan hubungan seks. “Ini mengindikasikan bahwa orang merasa senang karena berhubungan seks, bukannya mereka berhubungan seks karena merasa senang,” papar Debrot.

Temuan ini mendukung kesimpulan bahwa kemesraan–yang telah terbukti mendukung kesejahteraan psikologis dan fisiologis di luar hubungan seksual–adalah kunci kenikmatan hubungan seks.

Lelaki Butuh Kemesraan

Jadi bisa disimpulkan bahwa hubungan seksual mendongkrak kemesraan, dan kemesraan dapat membuat seseorang merasa bahagia seketika, bahkan dalam kurun waktu lama.

BACA JUGA: Nih Waktu Favorit Pasangan untuk Bercinta, Punya Kamu yang Mana?

Penelitian Debrot dan tim ini, disambut baik oleh Robin Milhausen, profesor hubungan keluarga dan seksualitas manusia di University of Guelph, Ontario, Kanada. “Seks tidak bisa dipisahkan dari konteks. Kemesraan, termasuk yang terjadi pascaseks adalah hal penting,” ujar Milhausen.

Kemesraan adalah hal penting baik bagi perempuan maupun laki-laki. Hal ini kontras dengan stereotip bahwa pria bisa saja hidup tanpa cumbu mesra alias bercinta. (Sbg/Rig)

Comments