Mengantri
(Foto; Unsplash.com)

Sabigaju.com – Kebiasaan mengantri  kini menjadi salah satu pemandangan yang kini sering kita lihat di masa New Normal. Mulai dari membeli makanan di restoran hinggga saat menaiki kendaraan umum seperti bus ataupun kereta api.

Hampir dapat dipastikan setiap sektor akan selalu dihiasi pemandaangan orang tengah mengantri karena kita harus menjaga jarak maka kapasitas terpasang normal akan dipotong hingga setengahnya alias 50 persen saja.

Nah untuk mematuhi aturan tersebut perlu kesabaran dan disiplin. Memang kecepatan mobilitas akan berkurang namun itulah fakta yang terjadi.

Inilah yang disebut kenormalan baru. Semua melambat dibandingkan saat kehidupan normal sebelum pandemi ini terjadi. Selama vaksin Covid-19 belum ditemukan kehidupan manusia ya akan seperti ini.

Makanya kita harus mempersiapkan diri agar bisa lebih disiplin dan sabar. Agar mampu melewati tatanan kenormalan baru ini dengan baik.

BACA JUGA: Tegaslah Kepada Mereka yang Melanggar Aturan Jaga Jarak 

Soal Penyerobot Antrean

Sebelum pandemi corona merebak di negeri ini , budaya antre menjadi sebuah hal yang langka. Sebagai contoh, orang sering berebut masuk ke dalam busway dan lift tanpa mendahulukan orang yang mau keluar terlebih dahulu.

Maka tak jarang terjadi ada orang yang jatuh ataupun terjepit kerumunan. Belum lagi jika pergi ke daerah ada saja ulah orang-orang menyebalkan yang suka menyerobot antrean di minimarket.

Sepertinya hak orang lain tidak dihargai sama sekali. Mereka yang sudah lama menunggu giliran membayar, diambil begitu saja haknya.

Munculnya kebiasaan mengantri saat ini patut buat diacungi jempol. Dan kita punya kesempatan untuk membudayakan pantangan bagi menyerobot antrian. Menyerobot antrian merupakan hal memalukan dan tidak terpuji.

BACA JUGA: Kebiasaan Mengantri dan Kesehatan Manusia 

Antri itu Manusiawi

Semakin tertib kita mengantri, semakin cepat pula dilayani. Antrian yang tertib memudahkan proses yang sedang berjalan. Semakin kacau dan berebut sebuah antrian, maka semakin lama mereka mendapat pelayanan. Seharusnya semua orang di tanah air ini berpikir seperti ini.

Lagipula, dalam budaya antri ada berbagai ajaran hidup. Misalnya tentang management waktu. Agar bisa dilayani lebih cepat, maka harus datang lebih awal sebelum antrian panjang.

Kebiasaan mengantri
(Foto: Freepik.com)

Jika datang terlambat ketika antrian sudah panjang kemudian buru-buru minta dilayani, pertanda orang itu tidak punya disiplin waktu yang baik.

Diatas segalanya, tidak menyerobot antrian adalah cara masyarakat menghargai orang lain. Orang yang datang lebih dulu layak mendapat pelayanan lebih dulu pula.

Budaya mengantri secara tidak langsung membentuk mental bangsa. Mental yang kuat dan maju.(Sbg/Rig)

Comments