Salah satu gunung berapi yang memiliki keindahan pemandangan alam yang luar biasa di dunia adalah Gunung Kelimutu yang terletak di di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT). (Foto Instagram hello_flores)
Salah satu gunung berapi yang memiliki keindahan pemandangan alam yang luar biasa di dunia adalah Gunung Kelimutu yang terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto Instagram hello_flores)

Sabigaju.com – Indonesia dikenal sebagai tempat bertemunya pegunungan Sirkum Pasific dan Sirkum Mediterania, yang memiliki banyak pegunungan. Bahkan, Indonesia dikenal sebagai โ€œVolcano Countryโ€, karena memiliki banyak gunung berapi aktif.

Meskipun hal ini terkesan membahayakan, namun hal ini memberikan Indonesia suatu kelebihan yang tak dimiliki oleh banyak negara lain, yaitu panorama gunung yang sangat indah.

Nah, salah satu gunung berapi aktif yang memiliki pemandangan alam luar biasa di Indonesia adalah Gunung Kelimutu yang terletak di di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT).

Saking indahnya, keindahan Gunung Kelimutu bahkan pernah diabadikan dalam pmata uang rupiah kita.

View this post on Instagram

The magical sunrise Kelimutu. #inspiringplaces Sebelum tahun 2000an, saya sering sekali melihat danau tiga warna di pecahan uang 5000an, waktu itu saya suka berpikir, "apa mungkin tempat seperti ini beneran ada ?" Tanpa ada jawaban-jawaban pasti saat itu. Perjalanan saya ke Flores beberapa waktu lalu, akhirnya menjawab tuntas pertanyaan lugu saya yg waktu itu masi duduk di bangku sekolah dasar. Tempat ini beneran nyata dan indah sekali, terutama ketika matahari pagi muncul dari ufuk timur. Danau tiga warna ini terletak di Flores, dikenal dengan nama Kelimutu, memiliki tiga warna, dan terus berubah sepanjang berjalannya waktu. Melihat matahari terbit di puncak Kelimutu adalah salah satu hal yg ingin saya lakukan sejak lama. Dikenal sebagai salah satu sunrise terbaik di negeri ini, memang hal itu benar adanya. Kami tiba di puncak sekitar jam 5 pagi, langit masih gelap, dan sebagian besar daerah ini masih diselimuti oleh kabut. "Sudah dua hari mataharinya tertutup kabut, semoga hari ini bisa lihat", kata salah satu mama yg berjualan di tugu Kelimutu. "Ya semoga saja begitu yah mama", balas saya sambil tersenyum penuh harap. Tidak lama kemudian, akhirnya sinar keemasan muncul, dan menerangi langit. Sontak, semua orang yg sedang berada di puncak bersorak riang, ternyata kami cukup beruntung pagi itu. Harus diakui kalau sinar matahari pagi akan melengkapi keindahan danau tiga warna ini. Ketika mataharinya bersinar, kami akhirnya bisa melihat dengan jelas kedua buah kawah yg sedang berwarna tosca dan biru. Di kejauhan, bukit-bukit yg masih tertutup oleh kabut juga melengkapi keindahan kami di pagi itu. So magical moments! Bersyukur sekali pagi itu rela bangun pagi-pagi, bonusnya ya pemandangan indah seperti ini. Btw happy Sunday guys, semangat buat yg besok kembali ke rutinitas masing-masing ๐Ÿ˜ . . . #sugidiflores #mldspotcontenthunt

A post shared by Travel Enthusiast | Sugianto (@sugianto.shu) on

Keindahan 360 Derajat Di Gunung Kelimutu

Danau Kelimutu memiliki luas kurang lebih 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik, ketinggian dinding kawah antara 100 hingga 200 meter.

Dinding Danau Gunung Kelimutu tergolong terjal dan curam karena memiliki kemiringan 60 sampai 70 derajat. Ketiga Danau Kawah Gunung Kelimutu memiliki keindahan yang sangat mempesona dan begitu indah sehingga mampu menjadi daya tarik bagi para pengunjung domestik maupun mancanegara.

Pengunjung pun rela berjalan kaki menaiki puluhan anak tangga dengan trek yang cukup menanjak, hanya untuk melihat lanskap Danau Kelimutu dari ketinggian. Dari puncak, pengunjung dapat melihat panorama 360 derajat yang mengelilingi Danau Kelimutu.

Danau Kelimutu juga merupakan tempat yang tepat untuk menyaksikan panorama keindahan matahari terbit. Pengunjung rela melakukan trekking di pagi buta hanya untuk menyaksikan keindahan sunrise dari puncak Gunung Kelimutu.

Mitos dan Ilmiah Tentang Warna Air di Danau Tiga Warna

Gunung Kelimutu memiliki memiliki ketinggian 1.639 mdpl atau 5.377 kaki. Gunung Kelimutu mempunyai keindahan yang berbeda dari gunung-gunung yang berada di Indonesia. Pasalnya, gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya.

Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal.

Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Ketiganya, secara geologis dan sedikit mistis, berubah warna dalam waktu yang tidak ditentukan. Tiwu Nuwa Muri Koo Fai adalah kawah yang disebut-sebut paling sering berganti warna, karena arwah anak muda yang bergejolak.

View this post on Instagram

No matter where I go I always somehow manage to find turquoise lakes… Even deep in the jungles of Indonesia ๐Ÿ˜‚๐ŸŒด โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ € Also this is NOT the ever so popular Ijen Crater, these crater lakes are on a completely different island and were a complete BITCH to get to ๐Ÿ˜‚ โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ € 1 flight, a motorbike ride through the jungle at night, NO FOOD because we didnโ€™t realize the island was catholic and everything was closed for Easter, a sketchy hotel in an unknown town, and one last motorbike ride through the dark to catch the sunrise led my friends and I here… ๐Ÿ’€ โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ € Ohhhh and @rodtrvn LITERALLY got mugged by a monkey ๐Ÿ˜‚๐Ÿ’ โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ €โ € #AllAboutAdventures

A post shared by Brayden "TheRockJohnson" Hall (@braybraywoowoo) on

Penjelasan Ilmiah

Para Ilmuwan mengatakan warna-warna tersebut muncul disebabkan oleh proses geokimia di dasar danau yang menghasilkan kandungan zat kimia tertentu di dalam air.

Peralihan warna air menjadi hijau dimungkinkan oleh perubahan komposisi kimia air kawah akibat perubahan gas-gas gunung api atau bisa pula dampak kenaikan suhu.

Sedangkan naiknya konsentrasi zat besi dalam fluida menghasilkan warna merah dan cokelat tua. Warna hijau lumut mungkin berasal dari biota jenis lumut. Perubahan warna terjadi akibat erosi dinding atas danau dan dasar kawah yang menyingkap material-material tertentu

Cara Menuju Ke Gunung Kelimutu

Untuk menuju ke Gunung Kelimutu Bagi pengunjung yang berasal dari luar kota, dapat menggunakan transportasi udara dengan tujuan Bandara H. Hasan Aroeboesman yang terdapat di Kabupaten Ende.

Sesampainya di Kabupaten Ende, kamu dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Moni, sebuah desa yang berada di kaki Gunung Kelimutu dengan jarak perjalanan sekitar 65 Kilometer dari bandara.

Di Ende masih sangat minim akan transportasi umum untuk menuju Desa Moni, akan lebih baik jika pengunjung menyewa kendaraan bermotor di Ende atau dapat juga menggunakan jasa travel dengan tujuan Desa Moni atau Gunung Kelimutu.

Untuk tarif masuk kawasan Taman Nasional Kelimutu bagi pengunjung domestik akan dikenakan tarif sebesar 5.000 rupiah dan 150.000 rupiah untuk pengunjung mancanegara.

Dan untuk biaya tambahan parkir kendaraan, untuk motor dikenakan 5.000 rupiah sedangkan untuk mobil dikenakan tarif 10.000 rupiah. Gimana, kamu tertarik untuk mengunjungi Gunung Kelimutu? (Sbg/Rig)

Comments