(Sumber Foto aktivtraening.dk/Istock)

Sabigaju.com – Pandemi virus Corona COVID-19 yang belum juga mereda sepertinya membawa sebuah situasi di mana banyak warga yang mendadak jadi atlet alias gemar berolahraga  di waktu pagi ataupun sore hari.

Nah, mendadak jadi atlit bisa diartikan sebagai seseorang yang terjebak seperti atlet dan berperilaku atlet. Namun persoalannya, mereka ini rawan tidak sehat, dari mulai cedera bahkan ada yang sampai meninggal.

Satu sisi, perubahan menjadi rajin olahraga adalah hal baik karena tubuh yang bugar akan membentuk imunitas tubuh yang baik juga. Namun di sisi lain, warga yang mendadak jadi atlet seringkali tidak tahu caranya berolahraga dengan benar.

BACA JUGA: Aktivitas Olahraga Bukan Alasan untuk Kumpul Sama Teman 

Berbahaya untuk Kesehatan

Kondisi mendadak ajadi atlet ini sebenarnya membahayakan. Apalagi jika dilakukan oleh seorang yang tidak terbiasa berolahraga hingga akhirnya terlalu memaksakan diri.

Padahal, olahraga bagi pemula atau mereka yang tidak terbiasa berolah raga seharusnya dilakukan secara bertahap. Termasuk untuk mengenal kemampuan fisik masing-masing

Tidak sedikit kecelakaan terjadi saat berolahraga, dan bahkan kematian mendadak akibat stroke maupun serangan jantung.

Saat tidak terbiasa berolahraga, tubuh akan dengan cepat kehilangan glikogen. Saat terus diforsir maka akan membuat tubuh kekurangan oksigen, kekurangan gula,

Saat terlalu memaksakan berolahraga melewati ambang batas kemampuan diri, tubuh juga dapat mengalami hyperventilation atau bernapas terlalu cepat.

BACA JUGA: Gerakan Olahraga yang Bakal Bikin Tubuh Keren dan Makin Fit 

Kondisi ini terjadi saat pembakaran glikogen yang menghasilkan asam laktat berupa gas CO. Zat ini harus dibuang segera dari dalam tubuh. Bernapas dengan cepat merupakan bentuk pertahanan diri alami agar dapat mengeluarkan gas tersebut.

Namun, saat olahraga terlalu dipaksa dan gas CO tidak mampu dikeluarkan oleh tubuh, tubuh dapat mengalami keracunan.

Saat otot pernapasan lelah dan tubuh keracunan maka dapat menyebabkan black out atau pingsan. Ditandai dengan pucat, lalu mual, kelelahan,

Kasus ini umumnya tidak sampai menyebabkan kematian jika cepat mendapatkan perawatan. Herman mengatakan kasus kematian mendadak saat berolahraga biasanya dipicu oleh penyakit jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskular.

Hal ini bisanya terjadi karena penumpukan kolesterol di dalam pembuluh darah. Saat berolahraga sumbatan kolesterol terlepas dan justru menyerang jantung.

BACA JUGA:  Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Sebelum dan Sesudah Olahraga 

Perhatikan Juga Nutrisi

Agar kamu nggak mendadak jadi atlet namun  mau rutin berolahraga maupun yang sedang berniat olahraga, sebaiknya  perhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh.

Sebaiknya kamu mulai rutin mengonsumsi karbohidrat kompleks dan protein yang rendah lemak, supaya punya banyak cadangan nutrisi saat berolahraga.

Jenis karbohidrat kompleks ini bisa didapatkan dari nasi merah, kentang maupun umbi-umbian yang juga punya kandungan serat.

BACA JUGA: Klaster Gowes Jangan Sampai Terjadi, Berhentilah Gegabah!

Sementara itu protein yang rendah lemak bisa didapatkan dari tahu, tempe, ayam bagian dadanya alias bagian yang tanpa lemak, dan putih telur.

karbohidrat kompleks dapat meningkatkan kadar glikogen untuk meningkatkan energi dan kekuatan otot saat berolahraga.

Makanan rendah lemak lebih cocok untuk yang berolahraga supaya tidak lama diproses di dalam tubuh sehingga tidak membuat masalah perut saat sedang berolahraga.

Nah, semoga informasi ini bermanfaat buat kamu untuk tidak terjebak menjdaak  jadi atlet, (Sbg/Rig)

Comments