Mencapai Orgasme
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Semua pria merasa bahwa orgasme adalah kunci bahwa pasangan mereka telah terpuaskan lewat seks. Ketika pasangan berhasil mencapai orgasme, pria merasa sangat jantan dan maskulin. Seems like Orgasm Olympic winner!

Ini semua membuat pria hampir terus memastikan, apakah wanitanya telah mencapai orgasme? Mereka bertanya, apakah kamu sudah sampai? Apa kamu sudah orgsme? Apa kamu sudah keluar?

Tapi, apa kamu tahu menanyakan hal seperti ini, apalagi secara terus menerus bisa membuat pasanganmu jadi unmood? Bagi sebagian wanita, ini justru merupakan tekanan, Sob!

BACA JUGA: Kata Siapa G-Spot Cuma Punya Wanita?

Orgasme dan Tekanan  Psikologis

Wanita seperti dituntut untuk merasakan atau mencapai orgasme, walau sebetulnya mungkin mereka tidak menikmatinya.

Ketika itu, mereka akan merasa bahwa dengan orgasme, mereka juga bisa menyenangkan pasangan. Pada akhirnya, mereka cenderung memalsukan orgasme.

Menurut seks edukator, Lisa B. Schartz, pria sudah mulai harus terbuka soal ini. Jangan hanya memikirkan bahwa orgasme adalah goal mereka.

“Menghapus goal of orgasm bisa mengurangi tekanan dan memperkenalkan sisi menyenangkan dari aktivitas seksual,” kata Liza.

Artinya, kamu cuma cukup melakukan yang terbaik, tanpa harus bertanya terus menerus soal orgasme ini.

BACA JUGA: Foto Seksi Pasangan Bisa Meningkatkan Gairah Seks?

Letting Go is a Key

Menikmati seks dengan cara santai dan rileks itu penting. Tak perlu terlalu memusingkan bahwa kamu harus memuaskan pasangan dengan cara apa dan bagaimana. Hal tersebut seharusnya sudah didiskusikan sebelum aktivitas seks dimulai.

Lantas bagaimana caranya?

Pertama, berhenti bertanya, entah itu soal orgasme atau apakah dia puas atau tidak. Sekali lagi, ini harusnya sudah didiskusikan sebelum kalian mulai bercinta.

Kedua, kamu hanya perlu menikmati prosesnya. Biarkan dia menikmati zona nyamannya. Kamu sebetulnya bisa merasakan kok, apakah dia menikmatinya atau tidak.

BACA JUGA: Kenapa Banyak Pria Memejamkan Mata Saat Bercinta?

Ketiga, kamu harus pelajari bagaimana caranya untuk memuaskan pasangan sebelum bertanya padanya. Kamu bisa mencari referensi di berbagai sumber, seperti buku, media, atau bahkan film porno.

Hanya fokus untuk mencapai orgasme membuat kamu bahkan lupa pada kenikmatan kamu sendiri.

Ingat! mencapai orgasme bukan satu-satunya indikator bahwa pasangan menggapai kenikmatan dari kamu. So, let it go. (Sbg/Dinda)

Comments