Wajah Tampan
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Wajah tampan seorang lelaki sering dianggap sebagai berkah karena dipenuhi dengan pujian, kesempatan, harapan baik, maupun hadiah.

Sayangnya para pria yang memiliki wajah tampan sering dipandang sebelah mata. Biasanya lantaran sebagai sosok yang selalu mencari perhatian dari orang-orang yang memujinya.

Yup, bisa dibilang para pria yang memiliki wajah tampan seakan hidup dalam dua pandangan yang bertolak belakang.

Pada satu sisi, ia seolah-olah disayang dan dipuja oleh semua orang karena ketampanannya. Namun di sisi lain, ia dicemooh karena kekuatan tampan yang dimiliki.

Wajah Tampan dan Mimpi Buruk Kehidupan

Menurut Billi Gordon ahli syaraf dan ahli psikologi di University of California, Los Angeles, Amerika Serikat. menjadi lelaki impian yang memiliki wajah adalah mimpi buruk.

Hal itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, rata-rata adalah label yang disematkan secara serampangan. Misalnya, orang ganteng sering diasumsikan sebagai playboy, atau bahkan kerap dikira sebagai seorang gay.

Gordon bahkan menambahkan “kutukan” bagi pria yang memiliki wajah tampan bahkan bisa berdampak ke hubungan dengan teman lelaki lain karena dirasa sebagai ancaman, istilahnya “menjatuhkan pasaran.

Gordon, juga menuliskan bahwa ada narasumbernya yang memiliki wajah tampan kerap serba salah.

Hal itu lantaran banyak perempuan yang tidak terima jika menerima penolakan cinta, padahal narasumbernya tidak merasa memberi kode-kode khusus.

Wajah Rupawan dan Fenomena Halo Effect

Namun demikian  tak pungkiri kalau  seseorang berwajah tampan juga punya efek baik terhadap kehidupannya.

Sebuah penelitian  menunjukkan bahwa mereka-mereka yang dianggap menarik secara fisik mendapat perlakuan yang lebih baik dari orang lain.

“Kita berasumsi bahwa orang cantik memiliki kualitas positif yang sebetulnya tidak ada hubungannya dengan fisik mereka,” kata Lauren Human, seorang asisten profesor psikologi di McGill University.

Fenomena ini disebut halo effect. Mereka yang berparas menarik diasumsikan lebih cerdas, lebih bisa dipercaya, dan memiliki kemampuan bersosialisasi lebih baik dibanding kebanyakan manusia.

Kita cenderung menaruh lebih banyak perhatian terhadap orang cantik, sehingga kita lebih mengenal mereka sebagai individu.

Orang-orang berparas menawan terbukti lebih sukses dalam karir—digaji lebih tinggi dan naik pangkat lebih cepat. Mereka juga kerap lebih bahagia hidupnya.

Namun, bukan berarti mereka yang tidak memiliki wajah tampan dipandang lebih negatif, kata Human. Hanya saja mereka tidak dipandang sepositif mereka-mereka yang berparas menarik. (Sbg/Rig)

Comments