Memakai masker wajib dilakukan di masa pandemi
Foto: Unsplash.com)

Sabigaju.com – Salah satu langkah yang wajib dilakukan warga Jakarta di masa PSBB total adalah memakai masker saat melakukan aktivitas di luar rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pemprov DKI Jakarta juga bakal menerapkan sanksi bagi perorangan, pelaku usaha, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang kedapatan tidak memakai masker sebagai bagian dari protokol kesehatan.

Nah, ada orang yang tidak mau memakai masker dengan alasan hal itu membuat mereka stres atau panik.Kecemasan atau ketakutan memakai masker dikenal dengan sebutan mask anxiety.

Umumnya ketakutan ini merupakan masalah besar bagi orang yang memiliki gangguan kecemasan atau riwayat klaustrofobia alias fobia terhadap ruang sempit atau tertutup.

BACA JUGA: Jakarta dalam Kondisi Mengkhawatirkan, Jaga Imunitas Tubuh!

1. Soal Masker Anxiety

Menurust Psikiater Brian Barnett, MD, mengatakan, gejala mask anxiety dapat berwujud psikologis atau fisik.

“Beberapa orang dengan mask anxiety mungkin hanya mengalami manifestasi psikologis,  seperti detak jantung yang cepat, sesak napas, sesak dada, berkeringat dan pusing,” paparnya.

Menurut Barnett, mask anxiety bisa memicu rasa lelah dan sulit mengenalinya, jika gejala yang dialami terkait dengan kecemasan.

Dia menambahkan butuh penanganan dari ahli atau profesional untuk mengatasi mask anxiety. Hal itu bisa dilakukan melalui pengobatan, terapi, atau pun perubahan pola pikir.

Mask anxiety, layaknya kebanyakan bentuk kecemasan, bisa diatasi baik melalui penanganan mandiri atau mencari bantuan profesional lewat terapi perilaku kognitif atau obat anti-kecemasan,” ujarnya.

Agar kita tidak sensitif terhadap masker di wajah, Barnett menyarankan pemakaian masker di rumah lebih dulu. Dengan demikian, tidak ada masalah besar saat kita harus memakai masker di ruang publik nantinya.

Coba mulai memakai masker dalam waktu singkat, kemudian tambahkan durasi waktu sedikit demi sedikit.

Walau membuat kita cemas, memakai masker adalah satu dari beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghalangi penyebaran virus.

BACA JUGA: Mengapa Pria Enggan Mengenakan Masker di Masa Pandemi? 

2. Masker dan Masalah Kulit Wajah

Memakai masker sehari-hari sebagai salah satu bagian dari protokol kesehatan Covid-19 ternyata menimbulkan potensi masalah kulit pada sebagian orang

Untuk itu kamu harus rajin membersihkan kulit dengan benar menggunakan pembersih. Jika memungkinkan, lepas masker dan biarkan kulit bernapas saat di tempat sepi. Hal ini dapat membantu mencegah sekresi sebum keringat dan retensi di balik masker.

Tapi jangan lupa cuci tangan sebelum kamu mengenakan atau melepas masker yah gaes.

BACA JUGA: Gaes, Pakai Masker Bikin Kamu Tetap Macho Kok! 

3. Bikin Kacamata Berembun

Buat kalian yang berkacamata dan sering merasakan masker membuat kacamata mengembun. Pencegahan terbaik adalah dengan menggunakan masker yang pas dengan jembatan kawat pada hidung yang pas untuk wajah. Hal itu akan menghentikan udara keluar ke atas.

Salah satu saran yang dilakukan dari The Royal College of Surgeons agar saat memakai masker tapi tidak membuat kacamata berembun adalah mencuci kacamatamu dengan air bersabun sampai menutupi seluruh lensa dan membiarkannya mengering di udara atau mengeringkannya dengan lembut menggunakan kain serat mikro.

Memakai masker memang tidak nyaman, tapi jauh lebih tidak nyaman bila kita terkena infeksi Covid-19 yah gaes. So, kenakan masker saat beraktifitas di luar rumah saat Masa PSBB Total ini. (Sbg/Rig)

Comments