introvert
source: quietrevolution.com

Sabigaju.com – Di dalam teori kepribadian manusia, kita mengenal ada pengkategorian pribadi Extrovert, Introvert dan Ambivert. Ilmu analisa psikologi kepribadian extraversion-intraversion ini pertama kali ditemukan oleh salah satu tokoh besar psikologi  Carl Gustav Jung tahun 1920, dan dipublikasikan pada bukunya berjudul Psychologische Typen.

Secara umum, pribadi yang extrovert mendapatkan energi dari interaksi sosial dengan sesama melalui keramaian. Mereka biasanya memiliki kepribadian terbuka, senang bergaul dan peduli dengan sesama. Mereka juga cenderung lebih banyak bicara dan ramah terhadap semua orang yang ditemuinya. Seorang extrovert juga banyak berperan pada acara-acara kemanusiaan.

Introvert adalah sisi lain yang sifatnya reflektif, cenderung diam, menyukai dunia internal, mempunyai “me time“,  memperhatikan pikiran dan perasaan yang mendalam akan sesuatu. Mereka akan melihat dunia berdasarkan pengalaman dari bagaimana dia diberlakukan. Pribadi ini akan nyaman dengan kegiatan menulis, menggunakan komputer, dan kegiatan lain yang tidak menuntut banyak interaksi dengan orang lain. Sedangkan seorang introvert akan cenderung menggunakan energi mereka untuk berinteraksi dengan orang lain.

ilustrasi pexels

Sedangkan ambivert adalah perpaduan moderasi tengah antara extrovert dan introvert dengan membawa teori perpaduan kualitas dan kekurangan tengah tengah dari seorang extrovert dan introvert. Seorang ambivert akan  moderat di antara lingkaran sosial namun sekaligus juga membutuhkan waktu sendirian untuk tidak berada di keramaian.

Temuan dari ilmu psikologi dari Carl Jung ini telah membawa manfaat bagi ilmu pengetahuan psikologi dunia yang mengkategorikan tipe karakteristik yang dikenal dengan Myer Briggs Type Indicator (MBTI).

MBTI adalah pengembangan ilmu membaca karateristik manusia dari  penggunaan prinsip psikologis seperti sensasi, insting, intuisi, perasaan (feeling) dan berpikir (thinking). Kadang ilmu ini dipakai untuk kebutuhan Human Resource Department (Hrd) pada suatu korporasi untuk kebutuhan pengembangan manpower.

Stereotype yang Terjadi dan Pembeda Antara Extrovert, Introvert dan Ambivert

source : chalenejohnson.com

Selama ini seorang extrovert mempunyai predikat mereka yang berkarakter terbuka, banyak bicara, ekspresif, outgoing dan senang keramaian. Seorang extrovert juga dikenal mempunyai tipe bergaul tidak memilih dan merasa sangat nyaman di tengah keramaian.

Meskipun demikian seorang extrovert juga mempunyai sisi personal (private space) mereka dan seorang extrovert juga bisa menjadi seseorang dengan karakter pendiam dan tertutup ketika sedang mempunyai suasana hati yang buruk. Jadi extrovert sebenarnya bukan dari selalu berarti mereka banyak bicara.

Ciri khas extrovert adalah sering terlihat lebih enerjik ketika berada di tengah keramaian. Karena seorang extrovert akan menikmati kebersamaan dan cenderung akan bosan apabila sendirian. Mereka cenderung memaksimalkan energi dari fisik untuk kegiatan mereka. Seorang ekstrovert juga terlihat cenderung spontan setiap harus menjawab sesuatu mengenai suatu pertanyaan.

Sedangkan seorang introvert secara stereotype mempunyai predikat mereka yang berkarakter tertutup, cenderung pendiam, reflektif dan menyukai kesendirian (solitude). Seorang introvert juga dikenal mempunyai tipe bergaul selektif kepada beberapa teman yang membuat mereka nyaman saja.

Akan tetapi untuk menilai seseorang itu introvert kamu tidak bisa menilai hanya dari sifat pendiamnya. Karena faktanya ada juga kaum introvert yang ternyata sangat talkative kepada semua orang. Untuk menentukan seseorang itu introvert, bisa dilihat dari sikap mereka saat berada di tengah keramaian. Para introvert akan cenderung asik sendiri, atau hanya banyak berinteraksi dengan orang terdekatnya.

Selain itu bisa dilihat juga dari bagaimana dia berusaha menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Jika mereka cenderung tidak spontan dan mempunyai gap time yang lama dalam menjawab, kemungkinan sangat besar bahwa orang ini introvert.

Selain itu, apabila mereka cenderung semakin lelah (drained/absorbed) di tengah keramaian, maka kemungkinan besar dia adalah seorang introvert.

Perbedaan extrovert dan Introvert. source : tvtropes.org

Sesuai hasil  penelitian yang dirilis pada jurnal Frontiers in Human Neuroscience, diferensiasi yang terjadi antara kedua garis besar kepribadian extrovert dan introvert ini terjadi karena cara mereka memproses informasi di otak. Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh Michael Cohen seorang peneliti dari University of Amsterdam yang menyebutkan antara fungsi dopamin dan respon terhadap hal baru. Dopamin merupakan zat kimia di otak yang mengatur respon rangsangan.

Perilaku Mereka di Tengah Lingkungan Pergaulan 

Di dalam pergaulan sosial seorang extrovert biasanya akan bergaul dalam kelompok besar dengan kondisi pembicaraan mereka yang  heboh dan tidak terputus. Meskipun topik yang mereka bahas sering berulang ulang. Mereka juga senang bercengkerama dengan banyak orang. Seorang extrovert juga merupakan model karakter yang rajin berbasa-basi kepada orang lain. Kaum extrovert juga cenderung lebih cepat akrab kepada orang yang baru kenal. Tidak heran mengapa kaum extrovert mempunyai banyak sekali teman dari berbagai lingkaran pertemanan.

Perbedaan extrovert introvert di pergaulan. source : andreacooney.com

Sedangkan seorang introvert biasanya mereka mementingkan kualitas dari pertemanan itu sendiri daripada kuantitas. Mereka cenderung untuk memiliki hanya beberapa teman tapi bermakna dan akrab. Sebagian besar kaum introvert cenderung bergaul dengan teman-teman yang punya kesamaan hobi. Misalnya sama-sama senang main game, nonton film, fotografi dan sebagainya. Karena bagi introvert kualitas akan menjadi pedoman utama daripada jumlah pertemanan.

Sedangkan kalau mereka yang ambivert akan terlihat sangat dinamis dan adaptif sesuai dengan bagaimana environment yang ada di dekatnya. Seorang ambivert itu betul betul seperti mengambil segala kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis kepribadian. Kaum ambivert bisa saja tiba-tiba menjadi ramai di keheningan dan sebaliknya mereka bisa saja menjadi hening di tengah keramaian tanpa sebab. Tidak heran jika ada beberapa orang  yang menilai bahwa orang ambivert termasuk seseorang yang tergolong sakit jiwa. Padahal karakteristik seperti itu masih dikategorikan normal loh sob.

Mereka yang ambivert juga akan terlihat sangat stabil ketika mengalami suatu masalah dan mempunyai jalan keluar menarik dan fleksibel. Jadi kamu sendiri tergolong karakter yang mana nih? (Sbg/Ary)

Comments