Menata lemari pakaian untuk menerapkan gaya hidup minimalis.
(Foto: Instagram.com/aryapinangselaras)

Sabigaju.com – Salah satu ciri dari gaya hidup minimalis adalah mengurangi pembelian barang-barang seperti pakaian dan dekorasi rumah yang tidak perlu dan tidak efisien, serta mengurangi rasa kepemilikan terhadap suatu barang.

Memulai gaya hidup minimalis bisa dimulai dengan langkah yang sederhana, misalnya dimulai dari lemari pakaian.

Yup kamu bisa mulai menyortirn pakaian-pakaian yang jarang dipakai dan menyisakan yang paling penting agar tidak memakan space di lemari.

Meski terdengar sederhana, namun praktiknya tidak semudah itu, lho Nah kali ini Sabigaju mau kasih beberapa tipsnya buat kamu.

BACA JUGA: Berani Ikut Tren Gaya Hidup Minimalis? 

Pahami kebutuhan Harian

Langkah awal memulai hidup minimalis untuk urusan pakaian bisa kamu lakukan dengan menerapkan pemahaman yang jelas tentang apa yang kita butuhkan dari segi gaya

Jika kamu seorang Pria kantoran, maka beberapa pilihan pakaian kantoran mungkin adalah yang paling kamu butuhkan.

Gaya hidup minimalis bisa diterappkan dengan menyimpan pakaian yan hanya dibutuhkan.
(Foto: Instagram.com/wardrobe.design)

Kemudian, jika kamu memiliki gaya hidup yang lebih aktif, kamu membutuhkan pakaian yang dapat memudahkanmu untuk banyak bergerak.

Jika sering bepergian, maka kamu memerlukan pakaian yang ringan, nyaman, dan mudah dikemas, dan lain sebagainya.

Jangan lupa pula untuk mempertimbangkan masalah lingkungan, seperti cuaca. Jika kamu tinggal di tempat yang panas, tentu tidak ada gunanya menyimpan banyak jaket tebal, bukan?

2. Pemilahan

Terkadang, kita terikat pada pakaian hanya karena alasan sentimental, meskipun kita tidak memakainya selama berbulan-bulan.

Tidak semua pakaian akan berguna setiap hari, tetapi bukan berarti kita harus langsung membuang, jas atau pakaian renang kita.

merawat pakaian yang dibutuhkan adalah bagian dari gaya hidupminimalis
(Foto: Freepik.com)

Kamu bisa mencoba cara praktis dengan menyingkirkan barang-barang yang dirasa tidak perlu dipakai selama lebih dari enam bulan.

Pakaian masih bisa dipertahankan jika mereka memiliki tujuan untuk digunakan pada momen tertentu.

Setelah kamu selesai memilah tumpukan pakaian jangan membuang pakaianmu begitu saja, karena salah satu tujuan hidup minimalis adalah keberlanjutan.

Ingat, bukan hanya mengurangi. Sebaliknya, kita membuat sebuah pakaian dapat digunakan kembali dan didaur ulang sebanyak mungkin.

BACA JUGA: Frugal Living, Pilihan Pas Buat Hidup di Masa Resesi 

3. Mencari Tahu Gaya Pribadi

Selanjutnya adalah mencari tahu apa yang kita inginkan dari pakaian yang ada.

Sebaiknya pertimbangkan memakai pakaian yang membuatmu menjadi versi diri sendiri yang terbaik, termasuk ketika memilih jenis kain, warna dan ukuran yang pas.

(Foto: Instagram.com/le_art_furniture)

Pada tahap ini, kamu perlu memutuskan apakah kamu lebih memilih warna netral daripada warna-warna mencolok.

Tren datang dan pergi, tetapi memiliki gaya pribadi yang khas membantumu tampil dalam versi terbaik, sekaligus memudahkanmu ketika mengambil pakaian dari lemari.

Inilah, salah satu keuntungan dari menerapkan gaya hidup minimalis.

BACA JUGA: Keanu Reeves Punya Gaya Hidup Keren yang Bisa Kamu Tiru!

4. Merawat pakaian yang Dimiliki

Lemari pakaian yang minimalis hanya efektif jika kamu merawat pakaian dengan baik. Jika tidak, kamu harus membeli lebih banyak pakaian baru untuk menggantikan pakaian yang rusak.

Pada akhirnya, kondisi itu mengalahkan tujuan keseluruhan latihan. Untuk jumlahnya, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda.

(Foto: Freepik.com)

Cobalah untuk mengaturnya secara detail, termasuk mengatur jumlah pakaian dalam, kaos kaki hingga aksesoris seperti topi .

Lantas mau dibawa kemana barang sortiran dari lemari tersebut?. Hidup minimalis menimbulkan rasa puas tersendiri. Pakaian yang tidak kita butuhkan  bisa lebih bermanfaat di tangan orang-orang lain yang lebih membutuhkan

Menerapkan gaya hidup minimalis membutuhkan kesukarelaan untuk memilih menjadi sederhana. (Sbg/Rig)

Comments