Raa Kebahagiaan
(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Banyak orang yang hingga kini tidak begitu menyukai matematika. Umumnya banyak orang memilih menghindar untuk tidak terlibat dalam urusan yang namanya matematika.

Jika kamu membenci matematika, cobalah ubah perilaku itu. Sebab matematika bisa membahagiakan hidupmu bahkan para peneliti sampai harus melakukan 2 kali penelitian guna menciptakan sebuah rumus panjang dalam hitungan matematika.

Bukannya matematika itu bakal bikin kita mengernyitkan dahi ataupun emosi? Begini ulasannya

BACA JUGA: Begini Pentingnya Pelajaran Matematika untuk Bercinta 

Matematika dan Rasa Kebahagian

Sebuah Penelitian yang dilakukan University College London menemukan kaitan matematika sebagai  formula tepat yang bisa memberikan rasa kebahagiaan untuk manusia.

Dalam rumus tersebut, rasa kebahagiaan saat ini hanya bergantung pada harapanmu.

Artinya, kebahagiaan itu bukan pada seberapa baik hal yang kamu lakukan saat ini, tapi bahagia itu jika kamu melakukan hal yang baik dibanding yang diantisipasi.

Rutledge serta timnya kini menemukan formula baru  yang lebih jitu lewat penelitian susulan.

“Banyak hal yang bisa memengaruhi kebahagiaan kita dan dengan persamaan ini mulai dijabarkan bahwa beberapa bagian variabel penting termasuk imbalan, harapan, dan apa yang terjadi pada orang lain.” Ujar Rutledge

Rutledge  menambahkan  bahwa rumus tersebut diperbaharui berdasarkan data baru yang disebut sebagai in the moment inequality.

“Ketidakseimbangan akan mengurangi rasa kebahagiaan rata-rata, baik ketika orang mendapatkan lebih banyak atau ketika mereka mendapatkan kurang dari orang-orang yang ada di sekitar mereka,” tambah Rutledge

Dengan kata lain, kamu akan menjadi lebih bahagia ketika memiliki situasi dan kondisi yang sama seperti orang lain.

Tapi jika orang yang ada di sekitar kita berada dalam kondisi yang lebih baik atau kurang beruntung, Kamu akan menjadi kurang bahagia.

Reaksi ini kemudian akan membuatmu kemudian jadi lebih atau kurang murah hati kepada orang lain.

BACA JUGA: Gereja Dengan Keajaiban Matematika 

Sekilas  Tentang Metode Penelitian

Untuk mencapai kesimpulan, peneliti melakukan tes kepada 47 peserta yang tak mengenal satu sama lain. Mereka diberikan tugas lengkap berpasangan, dan mereka menjadi mitra sosial.

Di tugas pertama, relawan diminta untuk menentukan bagaimana mereka harus membagi sejumlah uang kepada orang lain yang mereka temui.

Tugas berikutnya, mereka mempertaruhkan uang dan diberitahukan tentang hasil orang lain dalam permainan yang sama.

Mereka kemudian diberi pertanyaan tentang apakah mereka ingin membagi uang seperti yang mereka lakukan dalam tugas pertama. Sepanjang proses, peneliti memeriksa dan bertanya soal seberapa bahagianya mereka saat itu.

Rata-rata orang merasa kurang bahagia ketika mereka memenangkan permainan judi sedangkan pasangan mereka kalah.

Peneliti mengungkapkan, hal ini mungkin terjadi karena perasaan bersalah. Demikian pula ketika peserta kalah berjudi sedangkan pasangan mereka menang. Mereka merasa kurang senang, kemungkinan karena iri.

“Ini adalah pertama kalinya diungkapkan bahwa kemurahan hati seseorang secara langsung terkait dengan bagaimana ketidakseimbangan rasa kebahagiaan mereka,” kata para penulis. (Sbg/Rig)

Comments