pacaran

Sabigaju.com – Bercandaan orang-orang tentang kebahagiaan di enam bulan pertama hubungan yang sering kamu dengar itu bukan sekadar lelucon. Faktanya, enam bulan pertama dalam hubungan memang fase yang sangat istimewa. Para pakar menamainya fase honeymoon.

Pernah nggak kamu melihat teman yang baru saja jadian, lalu setiap hari dia seperti nggak bisa lepas dari pacarnya? Apa-apa dilakukan berdua, ke mana-mana bersama, di mana ada ceweknya di situ pasti ada cowoknya. Bagi yang melihat, keadaan seperti itu pasti menjengkelkan dan dianggap berlebihan. Padahal sebenarnya wajar, begitulah fase honeymoon terjadi dalam pacaran.

Sebuah studi yang diterbitkan di Social Science Research memaparkan bahwa semua suka cita selama fase honeymoon itu terjadi sangat intens di antara pasangan dan mampu memperkuat cinta di antara satu sama lain. Di fase honeymoon inilah fondasi hubungan terbentuk.

Dalam fase honeymoon yang umumnya terjadi selama 6-12 bulan pertama, hubungan memang masih terasa menyenangkan. Semuanya sempurna, para pasangan pun terus menerus belajar saling mengenal satu sama lain. Dalam fase honeymoon juga biasanya para pasangan mengalami berbagai momen pertama dalam kebersamaan mereka.

Bagi yang berada dalam fase honeymoon akan cenderung memperlakukan pasanganmu seperti idola. Kamu akan menatapnya lekat-lekat seakan keberadaannya adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupmu. Itu terjadi karena faktor neuronal.

Fase Honeymoon dalam Pacaran Bukan Mitos

Dilansir dari Scientific American, sebuah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa seseorang yang tengah jatuh cinta pada pasangannya memang memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Studi lain menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap pasangan yang sangat intens dikatakan merupakan akibat dari meningkatnya nerve growth factor (NGF) yang menciptakan euforia dalam diri. Namun, seiring berjalannya waktu euforia itu memang akan pudar.

Ya, fase honeymoon dalam hubungan pun ada masa kedaluwarsanya. Perubahan fisiologis yang terjadi saat merasakan jatuh cinta di fase honeymoon itu memang berumur pendek, sebab seiring berjalannya waktu pasti ada penyesuaian antara kamu dan pasangan.

Seringkali berakhirnya fase honeymoon ini juga diartikan sebagai senjakala hubungan yang terjalin, padahal bukan demikian. Setelah fase honeymoon berakhir, kamu dan pasangan hanya akan lebih realistis dalam menjalin hubungan. Kabar baiknya adalah, kamu dan pasangan nggak harus mengandalkan fase honeymoon ini untuk mempertahankan hubungan kalian.

Fase honeymoon memang hanya terjadi sekali sepanjang hubungan, tapi tentunya ada fase lain dari keintiman, kestabilan hubungan, dan komitmen antara kamu dan pasangan. (Sbg/Ftr)

Comments