Sabigaju.com – Kasus pembobolan ATM memang menjadi suatu fenomena yang menakutkan. Baru-baru ini, kasus pembobolan ATM menimpa nasabah BRI. Berikut ini adalah detail kejadian serta tips yang dapat kamu terapkan untuk menjaga ATM-mu sendiri.

Pembobolan dengan Metode Skimming

Kasus hilangnya uang sejumlah nasabah BRI di Kediri, Jawa Timur dianggap sangat membahayakan perbankan. Puluhan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur pada Senin (12/03/2018) dikejutkan dengan hilangnya saldo rekening mereka secara misterius. Saldo yang hilang bervariasi antara 500 ribu hingga 10 juta rupiah.

Anggota Badan Pengawas Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Kresno Sediarsi, mengatakan raibnya dana milik sejumlah nasabah diduga menggunakan modus skimming. Kejahatan card skimming merupakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin data yang terekam dalam setrip magnetic kartu tersebut. Pelaku yang sudah mendapatkan nomor kartu dan rekaman PIN lalu mencocokkannya dengan melihat log waktu pencatatan. Data dalam kartu kemudian dapat direkam dengan alat pembaca tertentu serta dipindahkan pada kartu yang lain seperti cloning. Selain itu, terdapat pula kamera pengantai PIN pad pada mesin penarik uang.

Setelah mendapatkan nomor kartu ATM beserta pin, pelaku kemudian melakukan penarikan dana di luar negeri. Menurut ahli forensik digital, Ruby Alamsyah, hal ini terlihat dari nominal penarikan yang tidak bulat serta dikenakan biaya administrasi.

Penangkapan terhadap Pembobol Bank

Lima pembobol bank ditangkap setelah polisi melakukan perburuan selama sepekan lamanya. Hal ini diakui oleh Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat 16 Maret 2018. Sedangkan menurut kepala Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard Mahenu, kelima pelaku ditangkap di sejumlah lokasi berbeda di Indonesia, seperti di daerah Serpong Tangerang serta Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Polisi menangkap FH (27) WN asal Hungaria, IRL (28) WN asal Hungaria, RK alias LM (29) WN asal Hungaria serta CAS (34) WN asal Rumania. Selain 4 WNA, polisi juga menangkap seorang perempuan WNI berinisial MK (29). Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo mengutarakan bahwa pihaknya memastikan apakah keempat pelaku tersebut membobol rekening nasabah BRI di Kediri, Jawa Timur. Tetapi, beliau memperkirakan para WNA tersebut tergabung dalam satu sindikat.

 Upaya yang Dilakukan oleh BRI

Direktur utama BRI Suprajarto mengatakan pihaknya akan melakukan patrol ke seluruh Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik BRI. Patroli tersebut akan dilakukan setiap hari. Monitoring juga akan dilakukan terutama terhadap transaksi anomali.

Mengenai ganti rugi uang nasabah yang hilang, beliau mengaku pihak bank BRI sudah menyelesaikan semuanya. Total biaya ganti rugi ditaksir mencapai sekitar 100 juta rupiah. Selain itu, salah satu upaya mengantisipasi proses skimming dengan memberlakukan chip yang ada pada kartu ATM sesuai dengan yang diamanatkan oleh Bank Indonesia.

Pemasangan chip di Bank BRI baru mencapai 5% dan diperkirakan tahun depan akan selesai semua karena prosesnya tidak mudah. Hal ini didukung oleh pernyataan Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Andrinof Chaniago yang menyatakan perbankan harus segera berinovasi untuk tetap menjaga sistem perbankan agar tidak mudah dibobol.

Tips untuk Nasabah Bank

Beberapa tips transaksi aman yang dapat diterapkan oleh nasabah adalah:

  • Lakukan penggantian PIN secara berkala untuk tindakan preventif.
  • Selalu perhatikan slot tempat memasukkan ATM secara seksama saat mengambil uang tunai di mesin ATM.
  • Apabila menggunakan aplikasi mobile banking, gunakan menu layanan nasabah untuk memasang mode “disable” saat kartu ATM sedang tidak digunakan.
  • Aktifkanlah notifikasi transaksi melalui SMS atau Hal ini dapat dilakukan ketika terdapat transaksi dengan menggunakan mobile banking. (sbg/Vania)
Comments