Sabigaju.com – Banyak Orang yang memuji film mutan serigala Logan sebagai film dengan skenario terbaik dari 3 seri Wolverine yang pernah dibuat. Tak heran bila situs film seperti IMDB serta laman kritik film, rotten tomatoes memberikan penilaian rating tertinggi untuk film mutan serigala ini dibanding dua film pendahulunya, yaitu 8.7 dari IMDB dan 94% dari rotten tomatoes.
Dalam film ini kita akan menemukan gambaran Logan ataupun Wolverine yang berbeda. Sosok mutan serigala Wolverine kali ini hadir dengan berjalan pincang, disertai kondisi batuk-batuk. Logan alias Wolverine yang sudah renta dan tak sanggup bertarung lagi. Sebuah tampilan yang sangat berbeda dengan versi komik di mana Wolverine yang memiliki kemampuan menyembuhkan diri yang mengagumkan serta selalu awet muda. Sebuah gambaran cerdas dari produser dalam meresponse keiginan Hugh Jackman untuk pensiun memerankan sosok Logan dan Wolverine yang membuat banyak penonton menitikan air mata.

sumber foto IMDB

Oke cukup dulu tentang film Logan yang mungkin anda juga punya versi tafsir dan review yang berbeda untuk menilai film tersebut. Tahukah anda kalau ternyata ada begitu banyak kisah yang menceritakan manusia serigala. Banyak yang menilai hal tersebut sebagai bentuk delusi gangguan jiwa. Namun sejarah juga mencatat banyak orang kehilangan nyawa karena tudingan dusta dari banyak orang yang menuduh mereka bisa berubah menjadi serigala. Nyatanya ada sejumlah manusia yang dibesarkan oleh serigala.

Penyelidikan atas kasus manusia serigala yang cukup menarik perhatian terjadi di Prancis, pada awal abad 17. Saat itu pengadilan Bourdeaux melakukan gelar perkara serangkaian kasus pembunuhan yang menyeret seorang pemuda bernama Jean Grenier.
Di hadapan pengadilan, Jean Grenier mengaku kalau dirinya adalah manusia serigala. Grenier mengaku kemampuan mengubah diri menjadi serigala diperoleh lewat perjanjian antara dirinya dengan iblis yang membuatnya dapat berubah menjadi serigala di saat malam hari dan kembali menjadi manusia di kala siang hari.
Lewat kemampuan mengubah diri tersebut, Grenier mengaku telah membunuh dan memangsa beberapa anak kecil yang sendirian di ladang, juga menculik bayi yang ditinggal di rumah.
Pengadilan pun meminta keterangan dari sejumlah saksi ahli di bidang medis untuk memeriksa pengakuan Grenier tersebut. Hasilnya, remaja ini digolongkan penderita lycanthropy, suatu bentuk kelainan jiwa yang menyebabkannya seseorang berkhayal tubuhnya berubah bentuk menjadi hewan.
Hasil pemeriksaan medis tersebut pun membuat pengadilan mengesampingkan pengakuan Grenier yang mampu berubah menjadi serigala. Bukti pembunuhan dan kanibalisme yang dilakukan oleh Grenier membuatnya divonis kurungan seumur hidup di Biara Fransiskan, Bordeaux, Perancis.

Bentuk lain dari kehadiran manusia serigla adalah tudingan yang kental dengan dusta, seperti yang terjadi pada perempuan bernama Claudia Gaillard. Wanita muda ini dituduh oleh teman-temannya, keluarga dan tetangga bahwa dia adalah manusia serigala. Tuduhan tersebut membuatnya diperiksa dan disiksa oleh penyidik bernama Henri Boguet.
Tanpa sedikitpun bukti kuat maupun sidang pengadilan yang adil, Claudia Gaillard dibakar hidup-hidup.

sumber foto Pixabay

Memasuki dunia modern, hubungan manusia serigala tidaklah sebatas kepada pengakuan delusi ataupun tudingan dusta tetapi pada suatu realita dimana serigala pernah membesarkan beberapa manusia hingga manusia tersebut berperilaku mirip dengan serigala.
Fakta dan data akurat menyebutkan sejumlah nama seperti Dina Sanichar, Shamdeo hingga Amala dan Kamala adalah manusia yang di besarkan oleh kawanan serigala.
Perilaku mereka sangat mirip dengan hewan serigala saat ditemukan. Mulai dari cara mereka berjalan merangkak, makan daging mentah hingga melolong seperti serigala di malam hari pun.
Keunikan itu pun berbuah dengan di berinya nama serigala bagi mereka. Banyak orang menyebut Shamadeo sebagai “The Wolf Boy”. Sementara Dina berjuluk “The Indian Wolf Boy”. Amala dan Kamala pun mendapat panggilan sebagai The 'Wolf Children' of Godamuri.
Membayangkan saat pertama kali mereka bertemu dengan kawanan serigala tentunya ada imajinasi kalau serigala bakal mencabik bahkan memangsa mereka. Namun kawanan serigala malah memelihara dan membesarkan mereka. Sebuah realita kalau binatang liar ternyata memiliki naluri baik terhadap manusia. (Sbg/rig)

Comments