Menjadi Ayah
Dalam urusan keluarga, hingga kini banyak orang yang bertanya sebenarnya mana yang lebih bahagia menjadi ayah atau ibu (Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Saat kita menjadi  membentuk keluarga, kita para lelaki  tentunya mendambakan menjadi ayah yang menyenangkan dan memiliki harapan agar Istri kita menjadi Ibu yang menyayangi buah hati kita.

Untuk mewujudkan hal itu tentunya kita harus menciptakan suasana bahagia pada keluarga, khususnya jika kamu adalah orang tua yang telah  memiliki anak. .

Namun dalam berbagai urusan keluarga, sebenarnya mana yang lebih menyenangkan, menjadi ayah atau menjadi Ibu?

BACA JUGA: 

 

Menjadi Ayah itu Bikin Bahagia?

Menjadi Ayah
(Foto: Pexels)

Dilansir dari laman Washington belum lama ini, sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari University of California Riverside menemukan bahwa secara keseluruhan, ayah lebih bahagia daripada ibu sebagai orang tua.

Dalam upaya pembuktian, psikolog dari UC Riverside mengulas tiga studi terpisah. Total melibatkan lebih dari 18 ribu orang.

Mereka berusaha menentukan ayah atau ibu yang mengalami kebahagiaan lebih besar sebagai orang tua. Ukuran kesejahteraan termasuk laporan kebahagiaan, gejala depresi, kepuasan psikologis, dan stres.

Bagaimana Jika Tak Memiliki Anak?

Dua studi pertama membandingkan laporan kesejahteraan kedua orang tua dengan orang-orang tanpa anak. Di setiap kategori, ayah dilaporkan lebih baik daripada ibu.

Bila dibandingkan dengan teman sebaya mereka yang tidak punya anak, ayah mengalami kepuasan hidup keseluruhan yang lebih besar, lebih merasa terhubung dengan orang lain, memiliki emosi positif yang lebih besar, dan lebih sedikit menemui kerepotan sehari-hari daripada ibu.

Para ayah juga mengalami lebih sedikit hal buruk. Gejala depresi yang mereka laporkan lebih sedikit dibandingkan laki-laki tanpa anak. Sebaliknya, para ibu melaporkan lebih banyak gejala depresi dan kesulitan daripada perempuan yang tidak memiliki anak.

Para Ayah merasa Bahagia saat Mengasuh Anak

Studi ketiga yang masuk dalam laporan penelitian ini mengamati perasaan bahagia selama berada di penitipan anak atau berinteraksi dengan anak-anak, dibandingkan dengan kegiatan sehari-hari lain.

Laki-laki melaporkan merasa lebih bahagia saat mengasuh anak, sementara perempuan tidak sebahagia itu. Perbedaan ini mungkin terjadi lantaran ayah cenderung menghabiskan waktu bermain dengan anak-anak, sedangkan ibu lebih cenderung merawat dan mengurus anak-anak mereka.

Menjadi Ayah
(Foto: Unsplash)

“Menjadi ayah mungkin merasa lebih bahagia daripada ibu karena bagaimana mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka,” kata penulis studi Katherine Nelson-Coffey.

Penelitian ini didasarkan pada studi sebelumnya untuk topik serupa. Sebagai contoh, sebuah studi pada 2016 yang meneliti perasaan lebih dari 12 ribu orang tua.

Mereka ikut American Time Use Survey 2010, 2012, dan 2013 untuk menentukan sejauh mana orang tua menikmati waktu mereka dengan anak-anak. Para peneliti mengutip lebih banyak stres dan tingkat kelelahan yang lebih tinggi pada ibu daripada pada ayah.

Cara Ibu Berbeda dengan Ayah Saat Mengasuh Anak

Untuk alasan ini, para ibu dalam penelitian ini juga melaporkan kurang bersenang-senang dengan anak-anak mereka. Tidak seperti para ayah.

Salah seorang peneliti, Kelly Musick mengatakan, waktu bersama anak yang dihabiskan ayah dan ibu sangat berbeda.

Menjadi Ayah
(Foto: Unsplash)

 

“Para ibu melakukan hal-hal yang berbeda dengan anak-anak mereka daripada  menjadi ayah, hal-hal yang kita tahu tidak menyenangkan. Bermain dengan anak adalah pengalaman yang sangat menyenangkan bagi orang tua. Dan para ayah lah yang lebih banyak melakukan ini sebagai bagian dari total waktu yang mereka habiskan bersama anak,” papar Musick.

Menurut Pew Research Center, menjadi ayah di Amerika menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak mereka dibandingkan zaman dahulu. Durasinya naik dari dua setengah jam per minggu pada 1965 menjadi tujuh jam per minggu pada 2011.

Logis untuk berasumsi angka ini terus meningkat seiring keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Namun, lebih penting lagi mengamati peran yang dimainkan orang tua, serta cara mereka menghabiskan waktu bersama anak. (Sbg/Rig)

Comments