Musik Metal
Sejumlah penelitian menemukan musik metal ternyata dapat engatasi depresi yang dialami oleh seseorang. (Foto: Instagram kommodore.johnsen/archenemyofficial)

Sabigaju.com – Walaupun hidup di era perkembangan tekhnologi yang berkembang dengan pesat, tak dipungkiri kalau ank muda zaman now banyak mengalami Tekanan yang sangat besar.

Yup, Dalam kurun satu dekade terakhir, lebih banyak anak muda mengalami tekanan psikologis serius, depresi berat, dan punya pikiran atau kecenderungan bunuh diri dibanding generasi yang lebih tua.

Menurut studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Abnormal Psychology, melonjaknya angka gangguan kesehatan mental tidak terlihat pada orang berusia di atas 26 tahun.

Sementara, remaja dan dewasa muda yang kini usianya 20-an awal justru semakin berisiko mengalami masalah kesehatan mental yang parah.

BACA JUGA:

 

Ponsel dan Media Sosial Jadi Penyebab

Mengapa kondisi ini terjadi pada generasi Z dan milenial muda? Para peneliti berteori, masalah ini dipicu akses ponsel pintar, dan berkurangnya waktu tidur.

Belum lagi soal efek buruk media sosial. Dimana da kelebihan informasi dan rangsangan serta pengaruh jauh lebih besar yang mereka hadapi.

Musik Metal
(Foto: manwants.co.uk)

 

Depresi memang melonjak di kalangan muda. Namun, apakah jelas ini disebabkan oleh teknologi atau penggunaan media sosial?

Riset ini mengamati data dari National Survey on Drug Use and Health di Amerika Serikat. Survei ini memantau penggunaan narkoba dan masalah kesehatan mental pada remaja sejak 1971.

Analisis dilakukan terhadap lebih dari 200 ribu jawaban remaja pada 2005 hingga 2017. Para peneliti juga melihat data dari lebih dari 400 ribu orang dewasa dari 2008-2017.

Musik Metal
(Ilustrasi: Pixabay)

Para peneliti menemukan, tingkat depresi berat naik lebih dari 50 persen pada usia remaja. Dari 8,7 menjadi 13,2 persen.

Pada usia 18-25 melonjak lebih dari 60 persen. Dari 8,1 persen menjadi 13,2 persen.

Pada usia di bawah 26, orang yang berpikiran untuk bunuh diri meningkat hampir 50 persen. Dari tujuh persen menjadi 10,3 persen.

Laporan lain dari Born This Way Foundation pun memperlihatkan sekitar 50 persen remaja tidak tahu ke mana harus mencari pertolongan saat mengalami gangguan kesehatan mental.

Musik Death Metal Bisa Jadi Solusi?

Sebuah studi yang dilakukan Leah Sharman dan Dr Genevieve Dingle dari School of Psychology, University of Queensland beberapa waktu lalu mengungkapkan, musik metal sebenarnya bisa menjadi ‘cara sehat untuk memproses kemarahan’.

Dalam studi itu 39 ‘pendengar musik metal berusia 18-34 tahun ditanya tentang hal terakhir yang membuat mereka marah sebelum peneliti kemudian memberi mereka pertanyaan-pertanyaan yang bisa memancing emosi mereka.

(Foto: Instagram gojiraofficial)

Kemudian separuh grup diminta mendengarkan musik pilihan mereka selama 10 menit, termasuk lagu-lagu bergenre metal seperti dari Parkway Drive, Slipknot dan Rage against the Machine, sedangkan sebagian lainnya hanya duduk diam.

“Kami justru berniat menguji hipotesis bahwa metal dan musik ekstrem lainnya membuat orang marah, tetapi nyatanya orang yang memilih dan mendengarkan musik metal merasa lebih terinspirasi dan lebih aktif karena emosi positif mereka muncul,” ungkap peneliti.

Mujarabnya Musik Metal

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Community Psychology beberapa waktu lalu  juga menyimpulkan bahwa musik metal membantu partisipan untuk bertahan dari tekanan lingkungan dan membangun identitas serta komunitas yang kuat, yang akan mencegah munculnya potensi-potensi masalah kesehatan mental’.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti Paula Rowe dan Bernard Guerin dari University of South Australia melakukan wawancara informal dengan 28 orang berusia 18-24 tahun.

Musik Metal
(Foto: Instagram dyingfetusofficial)

“Bahkan kebanyakan dari mereka berhasil bertahan dari tantangan-tantangan yang muncul di masa remaja seperti berada dalam situasi keluarga yang sulit, bullying dan kesendirian, dengan memanfaatkan genre musik ini,” tambahnya.

Sebab dengan musik metal itu mereka merasa bisa ‘menjauhkan diri dari tukang bully’ dan menemukan kelompok atau teman lain yang menyukai genre musik yang sama.

Senada dengan hal itu seorang psikolog musik, William Forde Thompson di Macquarie University, Sydney, Australia dalam risetnya, juga menemukan hal senada. Mendengarkan lagu  metal membuat pendengarnya merasakan pengalaman positif seperti perasaan berdaya, sukacita, dan damai.

Foto: Instagram bloodspot_official)

Musik metal ini membantu mereka melepaskan diri dari perasaan negatif, meningkatkan energi, dan menciptakan kondisi emosional yang kuat.

Namun, perlu diketahui semua reaksi yang dilaporkan ini bersifat laporan peserta lewat sistem survei daring hasilnya mungkin tidak merefleksikan realitas.

Tapi,i gag ada salahnya dong buat ber-metal ria di akhir pekan ini! But remember, jangan terlalu banyak nge-headbang yah. Soalnya bisa sakit kepala dan pusing!(Sbg/Rig)

Comments