Sabigaju.com – Datang bulan atau haid adalah hal yang jadi momok bagi setiap wanita dewasa. Pergulatan hormon dalam tubuh wanita membuat kekacauan antara pikiran, hati dan badan. Bagi setiap wanita yang mengalami haid tidak normal, alias tidak teratur, datang bulan serasa musuh yang nyata.

Berikut tanda-tanda masalah datang bulan langganan yang mungkin soba Sabi kerap rasakan, dan bagaimana membantu mengatasinya.

BACA JUGA: Penyebab Terlambat Haid Selain Kehamilan

1. Perubahan emosi yang terlampau tidak teratur

Merupakan simbol umum dan perdana bagi para penderita sindrom mentruasi, perubahan mood dan emosi jadi langganan. Saking langganannya, orang sekitarmu sampai bisa mendeteksi haidmu saat emosimu meledak-ledak atau tidak tertebak.

Solusi: kita tidak bisa mengatur hormon secara sadar, tapi untuk mengatasi moodswing, tentunya ada trik yang bisa membantu. Mengurangi kegiatan yang membuat stress bisa membantu mengurangi perubahan suasana hati yang drastis. Tahukah kamu, beberapa negara di Eropa bahkan mengizinkan karyawan wanita untuk cuti dari kantor di hari pertama menstruasinya? Secara skala global, ternyata sindrom moodswing ini telah mendunia dan sangat dimaklumi.

2. Rasa lelah berlebihan karena kurang cairan

Seiring dengan jumlah darah yang keluar dari tubuh manusia, tentunya tenaga ikut terpengaruh. Seiring dengan keluarnya cairan yang dialami, kandungan zat besipun turut menurun di tubuh para wanita. Dengan berkurangnya zat besi, tentu efek yang terasa adalah tubuh lemas dan mudah lelah. Jika sobat Sabi merasa begitu lemas saat haid, bisa jadi kandungan zat besi di tubuhmu terkuras selama datang bulan.

Solusi: pastikan kamu banyak minum air putih selama haid. Minumlah sekurang-kurangnya 2 hingga 3 liter air putih untuk memastikan tubuhmu tidak dehidrasi. Selain minuman, tentunya zat besi juga bisa didapat dari makanan. Sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan katuk bisa jadi solusi asupan zat besi. Tidak sempat masak? Terpaksa suplemen penambah darah yang jadi alternative pilihanmu

3. Rasa sedih dan fluktuasi emosi yang tidak terprediksi

Tanpa alasan yang jelas, hari pertama haidmu adalah hari berkabung sedunia. Hal sekecil apapun bisa membuatmu menangis atau bersedih berlebihan. Hal ini wajar saat hormon dalam tubuhmu tidak seimbang sehingga aliran oxytocin dan endorphin turut menurun.

Solusi: carilah dukungan mental dari pasangan atau orang terdekatmu. Selain tau sindrom haidmu yang secara reguler mengganggu, mereka juga biasanya siap dengan solusi kesedihanmu. Sebatang coklat atau setengah jam sesi curhat tentunya bisa jadi bantuan kecil yang mengurangi rasa sedihmu dan menaikkan hormon kebahagiaan.

4. Boros dalam pemakaian pembalut atau tampon

Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor ekonomi jadi salah satu aspek yang terpengaruh oleh haid. Siklus haid tidak lancar atau volume darah yang terlalu banyak membuatmu harus sering mengganti pembalut. Otomatis pengeluaran bulananmu bertambah untuk stok pembalut yang harganya bervariasi. Sebagai penderita menstruasi bulanan, bahkan kamu juga tau perbandngan harga dan kualitas berbagai merek. Ditambah lagi faktor kecocokan dengan kondisimu dan seberapa sering kamu harus menggantinya.

Solusi: pembengkakan biaya bulanan untuk belanja pembalut bisa kamu kurangi dengan perencanaan dan strategi tepat. Tujulah toko andalanmu baik online maupun offline, carilah diskon dan promosi untuk merek dan layanan tertentu di toko itu. Setelah kamu dapat harga yang cocok dan ekonomis, tidak ada salahnya memborong atau membeli pembalut dalam jumlah banyak. Selain karena tidak rentan pada resiko kadaluarsa, selalu lebih baik memiliki stok banyak dibanding panik kehabisan saat sedang butuh.

BACA JUGA: Ziggy Cup, Produk Sanitasi Terbaru untuk ‘Mess-Free’ Seks saat Haid

5. Kecanduan painkiller dan segala efek samping kimiawinya

Karena terbiasa dengan pengurang rasa sakit berupa pil atau obat lainnya, kamu jadi tergantung pada obat kimia. Efeknya yang memang bisa secara instan mengurangi sakit saat haid, tanpa sadar mungkin kamu menganggap painkiller adalah sahabat setia. Padahal, kandungan dalam painkiller juga adalah zat kimia yang dalam jangka waktu tertentu bisa merusak fungsi hatimu (liver).

Solusi: meskipun berat meninggalkan pereda sakit instan mungil ini, namum mengurangi penggunaannya sangatlah penting. Coba alihkan alternatif pengurang sakit lewat istirahat, atau asupan gizi yang lebih sehat. Walau efeknya tidak secepat painkiller, tapi dalam jangka panjangnya, hidupmu akan lebih sehat dan bebas dari kecanduan.

Setiap kamu merasakan penderitaan bulananmu secara teratur dan menyebalkan, ingatlah kamu tidak sendiri. Banyak perempuan di luar sana yang senasib denganmu, dan mereka terus berjuang melewati periode itu. Jangan patah semangat karena memang selalu ada solusi dari setiap masalah menstruasimu. Jika kamu butuh bantuan medis atau psikolog, buatlah janji untuk konsultasi dengan ahlinya. (sbg/Novel)

Comments