Kendaraan Listrik
Era kendaran listrik sudah mulai dikembangkan dan diterapkan di sejumlah negara. Banyak  kalangan memberikan berbagai asumsi serta prediksi dimana kehadiran era kendaraan listrik di masa depan, bakal membawa  perubahan sangat signifikan. (Foto Pixabay)

Sabigaju.com – Industri otomotif global termasuk baik sepeda motor maupun mobil kini sedang berjalan menuju transformasi ke teknologi listrik. Kendaraan listrik dipercaya akan menciptakan nol emisi, sehingga kendaraan akan lebih ramah lingkungan.

Era kendaran listrik sudah mulai dikembangkan dan diterapkan di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Munculnya kendaraan-kendaraan berteknologi listrik hal itu membuat sejumlah kalangan memberikan berbagai asumsi ataupun prediksi di masa depan, sehingga akan mengalami perubahan sangat signifikan.

Lantas kapanEra itu bakal dimulai di Indonesia? Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merancang roadmap untuk mencanangkan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Bila mengacu pada roadmap tersebut, pemerintah masih tetap melegalkan mobil bermesin bensin dan solar berseliweran setidaknya sampai 2035.

Menengok perkembangan mobil listrik di negara lain, Indonesia jelas jauh tertinggal. Menurut laporan Forbes, saat ini Cina merupakan negara dengan populasi mobil listrik paling besar di dunia. Melesatnya populasi mobil listrik di Cina dipicu kebijakan pemerintah yang berpihak pada konsumen dan produsen kendaraan.

Beberapa prediksi dan perubahan sepertinya bakal muncul apa saja perubahan itu Simak ulasannya berikut.

BACA JUGA :

 

1. Banyak Bengkel yang akan Tutup

Kehadiran era mobil listrik diprediksi banyak pihak akan menghilangkan bengkel mobil akan hilang, kemudian sejumlah part atau komponen biasa digunakan justru tak lagi diterapkan.

Munculnya kendaraan listrik juga diprediksi hanya butuh 10 menit untuk melepas dan mengganti motor listrik, atau jika motor listrik rusak maka tidak diperbaiki di dealer, melainkan dilakukan reparasi bengkel regional dengan robot.

2. SPBU Bakal Beralih

Sebagai bagian dari konsekuensi dimulainya era kendaraan listrik bakal membuat SPBU hilang diganti dengan listrik. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) digantikan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

Bahan bakar seperti bensin ataupun solar bakal sulit didapatkan

3. Era Mobil Listrik Bakal Bikin Masyarakat Beralih ke Kendaraan Umum

Tak sampai disitu, pabrikan-pabrikan otomotif mulai mengembangkan mobil yang dilengkapi kecerdasan buatan, otonom, bahkan lainnya. Selain itu, munculnya

Mengingat untuk mengisi daya baterei kendaraan bakal memakan waktu yang cukup lama masyarakat diprediksi kurang tertarik untuk memiliki ataupun membeli kendaraan. Masyarakat akan lebih memilih untuk menggunakan layanan aplikasi jasa antar jemput serta menggunakan kendaraan umum lainnya.tersebut.

4. Banyak Pengangguran

Dimulainya era kendaraan listrik dan industri 4.0 sebagai usaha manusia untuk melakukan efisiensi, daripada menggunakan tenaga manusia. bakal ditandai dengan banyaknya tempat sudah full automatic, dikerjakan robot semua.

Kini langkah serius tengah dipikirkan agar nantinya efisiensi itu tidak menimbulkan banyaknya pengangguran sebagai dampak dari efisiensi besar-besaran mengganti tenaga manusia dengan robot.

5. Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik dan pabrik Baterei untuk Kendaraan Listrik

Saat era hype kendaraan listrik dimulai, pengembangan energi terbarukan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga angin/bayu (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bakal berlangsung. Selain itu pabrik pabrik yang akan memproduksi baterei dengan kapasitas besar bakal bermunculan.

Sama halnya dengan mobil listrik, kedua jenis pembangkit tersebut pun membutuhkan baterai dengan kapasitas besar.

Nah, itu tadi prediksi Sabigaju saat era kendaraan listrik berlangsung di seluruh dunia.(Sbg/Rig)

Comments