Hari Raya Imlek
Saat Hari Raya Imlek berlangsung ada beberapa hal yang dianggap tabu untuk dilakukan, dibeli, atau bahkan dimakan.(Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Hari ini Selasa (5/2) Masyarakat Tionghoa merayakan Hari Raya Imlek  dengan meriah. Nah, saat Hari Raya Imlek berlangsung ada beberapa hal yang dianggap tabu untuk dilakukan, dibeli, atau bahkan dimakan.

Kepercayaan akan hal tabu ini turun temurun dan dilakukan oleh generasi Tionghoa, meski sekalipun telah merantau jauh.

Berikut lima hal yang dianggap tabu untuk dilakukan saat Imlek.

BACA JUGA:

 

1. Makan Bubur

Hidangan bubur dapat dipastikan tidak ada di meja makan orang Tionghoa saat merayakan Imlek.

Bubur dianggap menghalangi rezeki dan mendatangkan kemiskinan. Jadi yang disantap biasanya selalu nasi padat.

2. Keramas alias Mencuci rambut

atau keramas juga dianggap tidak baik saat hari Imlek. Mencuci rambut diibaratkan menghapus atau mengurangi keberuntungan untuk sepanjang tahun berikutnya. Sama halnya jika potong rambut. Jadi biasanya keramas dilakukan hari sebelum Imlek.

3. Menyapu dan Buang Sampah

Biasanya sebelum tengah malam, sehari jelang Imlek rumah orang Tionghoa sudah bersih dan rapi.

Sebab ada kepercayaan  yang hidup di masyarakat Tionghoa, jika menyapu lantas membuang sampahnya pada hari pertama Imlek dapat membuat kesialan di rumah tersebut.

Ada juga kepercayaan yang mengatakan tindakan itu berarti membersihkan rezeki dari anggota keluarga di rumah.

6. Membeli Buku  dan Sepatu

Membeli buku dihindari saat hari Imlek sampai Cap Go Meh, karena kata buku dalam Bahasa Mandarin “Shu” bunyinya sama dengan kata yang berarti “kalah”. Jadi dianggap dapat membawa sial sepanjang tahun.

Begitu pula biasanya menghindari memberi buku kepada orang saat Imlek.

Sementara larangan membeli sepatu didasari karena dalam bahasa Kanton, sepatu punya bunyi yang sama dengan ‘kasar’, sehingga diibaratkan perjalanan hidup justru tak mulus untuk sepanjang tahun.

Jadi biasanya orang Tionghoa tidak akan membeli sepatu pada Hari Imlek sampai Cap Go Meh.

5. Mengucapkan Kata Buruk serta Menangis

Pada saat merayakan Hari raya Imlek  sangat dilarang untuk mengucapkan kata -kata  buruk atau mengumpat.

Misalnya kata mati atau sial, karena dipercaya dengan menyebutkan kata tersebut saat Imlek berarti mendatangkan hal tersebut.

Selain itu hal lain yang juga tidak boleh dilakukan adalah bersedih ataupun menangis. Hal itu  dianggap sebagai lambang kesedihan dan hukuman, khususnya untuk anak-anak. Jadi biasanya pada hari Imlek sangat dihindari melakukan tindakan yang dapat menyebabkan tangis.

Selamat bergembira, dan Selamat hari Raya Imlek buat Para pembaca Sabigaju yang merayakannya. (Sbg/Rig)

Comments